Berita

Boris Steckler/The Guardian

Dunia

Ukraina Buka Kasus Pembunuhan Tahun 1952, Seret Veteran 94 Tahun

RABU, 03 MEI 2017 | 20:43 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Jaksa Agung Ukraina telah membuka penyelidikan pembunuhan yang dilakukan seorang veteran Tentara Merah berusia 94 tahun atas pembunuhan seorang pemberontak nasionalis tahun 1952.

Jaksa Agung membuka penyelidikan atas pembunuhan yang disengaja terhadap dua atau lebih orang di wilayah wilayah Rivne pada bulan Maret 1952 oleh anggota administrasi kementerian keamanan negara.

Menurut sebuah salinan dari sebuah surat yang diposting di situs web National Human Rights Centre, sebuah organisasi yang telah membantu nasionalis menghadapi tuntutan, kasus itu terkait dengan Nil Khasevych, anggota Tentara Pemberontak Ukraina (UIA) yang dibunuh bersama dengan sejumlah pejuang lainnya oleh pasukan Soviet selama Perang Dunia II.


Ia dituduh berkolaborasi dengan Nazi selama Perang Dunia II. Namun situs itu menyebutnya sebagai "pejuang kemerdekaan".

Operasi di mana Khasevych terbunuh dipimpin oleh Boris Steckler yang saat ini merupakan seorang veteran berusia 94 tahun. Ia pernah bertugas di KGB.

Pada tahun 2013 lalu Steckler dalam sebuah wawancara pernah mengatakan bahwa ia mengarahkan misi melawan Khasevych. Namun ia menekankan bahwa pihak lain telah menembak Khasevych terlebih dahulu sebelum Soviet melepaskan granat ke bunker di mana ia dan sejumlah pejuang lainnya bersembunyi.

Kasus tersebut terjadi di tengah kampanye "decommunisation" oleh pemerintah Ukraina.

Jika dituntut, veteran itu bisa menghadapi hukuman penjara. [mel]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya