Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Kasus Cak Budi Pelajaran Untuk Selektif Salurkan Donasi

RABU, 03 MEI 2017 | 16:52 WIB | LAPORAN:

Baru-baru ini publik digegerkan dengan kasus penggerak sosial Cak Budi yang menggunakan uang donasi untuk membeli smartphone dan mobil mewah.
Barang yang dibelinya itu, diakuinya digunakan untuk keperluan operasional penyaluran dana yang sudah terkumpul.

Untuk diketahui, aksi sosial yang dilakukan Cak Budi menuai simpati banyak pihak. Tak heran jika masyarakat berbondong-bondong untuk berdonasi. Terkumpul lebih kurang 1,7 miliar rupiah uang donasi yang diterima Cak Budi.

Untuk meredam anggapan miring netizen dan masyarakat, Cak Budi menjual smartphone dan mobil tersebut. Kemudian, total donasi diserahkan kepada lembaga kemanusiaan global Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Untuk meredam anggapan miring netizen dan masyarakat, Cak Budi menjual smartphone dan mobil tersebut. Kemudian, total donasi diserahkan kepada lembaga kemanusiaan global Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Kasus Cak Budi ini menarik komentar dari banyak pihak, semisal Kemensos. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa meminta agar para aktivis sosial yang melakukan penggalangan dana menjaga kepercayaan yang telah diberikan masyarakat.

Direktur Institut Fundraising Indonesia, Arlina F. Saliman mengatakan, kasus ini diharapkan tidak membatasi masyarakat dalam gerak cepat membantu orang lain.

Kasus ini, katanya, harusnya dapat mendorong masyarakat untuk berhati-hati dan selektif memilih saluran terpercaya.

Menurutnya, hadirnya kelembagaan sosial di masyarakat sangat penting untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas.

"Di lembaga ada sistem, pengurus dan keorganisasian. Sehingga, kewajiban memenuhi asas transparansi dan akuntabilitas dapat dipertanggungjawabkan dan diaudit," kata dia melalui siaran pers, Rabu (3/5).

Selain itu, perlu adanya kontrol dua sisi baik dari masyarakat sebagai donor maupun lembaga sebagai pemegang amanah. Masyarakat, kata dia, harus cerdas dan memiliki kontrol dalam penyaluran donasi. Karena, penggalangan dana melalui rekening pribadi secara pertanggungjawabannya tidak dapat dikontrol dan tidak bisa transparan. Kecuali, program penggalangan dana diinisiasi oleh masyarakat dan kemudian disalurkan pada lembaga terpercaya.

"Niat baik memang diperlukan, namun butuh menyambungkan niat baik tersebut dengan pengelolaan dana yang profesional," kata Arlina.

Menurut Arlina, di dalam Islam telah ada ketentuan tentang amil di mana profesi tersebut yang berwenang untuk dipercaya dalam menggalang donasi di sebuah lembaga.

"Lagi-lagi, kejadian ini diharapkan agar tak membatasi masyarakat dalam gerak cepat membantu orang lain. Tapi berkaca agar masyarakat lebih selektif memilih penyalur donasi," tutup dia.[wid] 

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya