Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Dokumen Kebijakan Baru Hamas: Musuh Kita Bukan Yahudi

SELASA, 02 MEI 2017 | 16:36 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

. Kelompok militan Palestina Hamas menerbitkan sebuah dokumen kebijakan baru awal pekan ini.

Dalam kebijakan baru itu disebutkan bahwa untuk pertama kalinya sebuah kesediaan untuk menerima sebuah negara Palestina sementara dalam batas-batas sebelum tahun 1967, tanpa mengakui Israel.

Ditegaskan juga dalam dokumen itu bahwa perjuangan Hamas bukan dengan orang Yahudi tapi dengan agresor Zionis yang menduduki wilayah mereka.


Dokumen kebijakan baru tersebut merupakan upaya Hamas yang menguasai wilayah Gaza Palestina untuk memperlunak citranya.

"Dokumen memberikan kita kesempatan untuk terhubung dengan dunia luar," kata juru bicara Hamas Fawzi Barhoum seperti dimuat BBC.

"Pesan kita adalah bahwa Hamas tidak radikal. Kita adalah pergerakan pragmatis dan didorong oleh kekuatan sipil. Kita tidak membenci Yahudi. Kita hanya berjuang kepada mereka yang menduduki lahan kami dan membunuh orang-orang kami," sambungnya.

Sejumlah analis menilai bahwa langkah ini dibuat oleh Hamas untuk memperbaiki hubungan dengan dunia luar, termasuk Mesir dan negara-negara Teluk.

Diketahui bahwa Israel telah menduduki wilayah Tepi Barat, Gaza dan Yerusalem Timur sejak Perang 1967. Israel menarik pasukannya keluar dari Gaza pada tahun 2005, namun masih mengendalikan ruang udara dan perairan di sekitarnya. [mel]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya