Berita

Politik

UNESCO Dorong Kasus Kekerasan Wartawan Diinvestigasi

SELASA, 02 MEI 2017 | 11:18 WIB | LAPORAN:

Maraknya kekerasan terhadap wartawan di Indonesia selama tahun 2016, ikut menjadi sorotan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Asistant Director General UNESCO, Mr. Frank La Rue menyesalkan insiden tersebut.

"Wartawan ini profesi yang tidak bisa diintimidasi. Jadi, tidak seharusnya mereka mengalami kekerasan," ujar La Reu dalam konferensi pers di arena World Press Freedom Day (WPFD) 2017, JCC Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (2/5).


Menurutnya, setiap kasus kekerasan yang dialami wartawan harus diinvestigasi oleh pihak berwenang. Terlepas, hal itu terkait tindakan pidana atau un kesalahan dari wartawan itu sendiri.

"Setiap kasus kekerasan terhadap wartawan harus diinvestigasi. Baik itu karena alasan kriminal atau kesalahan wartawan sendiri. Kita tidak pernah tahu apa yang terjadi, sebelum dilakukan investigasi," paparnya.

Untuk diketahui, selama tahun 2016 lalu, Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) mencatat 74 kasus kekerasan terhadap wartawan. Namun, hanya empat kasus yang dilaporkan ke Dewan Pers.

Selain La Reu, konpers tersebut juga dihadiri Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara; Duta Besar Uni Eropa untuk ASEAN, Fransisco Fontan Pardo; dan Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo.

WPFD 2017 dihadiri ribuan jurnalis lokal, nasional hingga internasional dan berlangsung tanggal 1-4 Mei 2017 mendatang.[wid]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya