Berita

Tito Karnavian-Marurarar Sirait/Net

Politik

TMP Dan GP Ansor Dukung Kapolri Tangkal Radikalisme

SELASA, 02 MEI 2017 | 09:49 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Dua organisasi kepemudaan yang memiliki jaringan di Indonesia dengan para kader yang solid dan militan mendukung penuh upaya-upaya Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam menangkal gerakan radikalisme selama ini. Kedua organisasi adalah Taruna Merah Putih (TMP) dan Gerakan Pemuda (GP) Ansor.

TMP merupakan organisasi sayap PDI Perjuangan di bawah kepemimpinan Maruarar Sirait. Sementara GP Ansor merupakan organisasi pemuda di bawah Nahdlatul Uama (NU) yang kini dipimpin oleh Yaqut Cholil Qoumas.

Maruarar Sirait sangat percaya Kapolri Jenderal Tito Karnavian sangat berintegritas. Ia juga percaya Tito mengedepankan hukum dalam melaksanakan kebijakan dan langkah-langkahnya.


Maruarar mencatat rekam jejak Tito. Tito pernah menjabat sebagai Kepala Densus 88 Antiteror Mabes Polri dan menjadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Bahkan, dalam kurun 2004-2014, Tito naik pangkat tiga kali, yaitu berpangkat Kombes pada 2005, Brigjen pada 2010, dan Irjen pada 2012.

"Di masa Tito, citra polisi terus meningkat sebagaimana terekam dalam sejumlah survei. Berdasarkan hasil survei Kompas misalnya, tingkat kepercayaan terhadap Polri sebesar 71,7 persen. Menurut saya, ini juga prestasi yang harus diapresiasi, dan ini menunjukkan bahwa langkah polisi selama ini mendapat dukungan dari rakyat," ungkap Maruarar, Selasa pagi (2/5).

Hal senada disampaikan Yaqut Cholil Qoumas. Gus Yaqut, biasa ia disapa, mengapresiasi langkah-langkah polisi di bawah Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam mengatasi gerakan radikalisme. Menurut dia, persoalan radikalisme sangat penting dan harus menjadi perhatian banyak kalangan.

"Radikalisme ini bukan hanya ancaman bagi satu kelompok tapi seluruh warga negara bahkan peradaban umat manusia. Tidak boleh ada pembiaran. Contoh hancurnya negara dan peradaban sudah terlihat jelas di Syiria atau Yaman, misalnya," kata Gus Yaqut.

Bahkan, Gus Yaqut mengingatkan agar pemerintah harus lebih tegas kepada gerakan dan kelompok radikal ini. Pemerintah dan aparat tak perlu ragu apalagi takut menghadapi kelompok radikal,

"Misalnya ketakutan dianggap menekan satu agama tertentu misalnya. Karena melawan kelompok-kelompok radikal itu bukan soal agama tetapi menjaga kedaulatan," tegas Gus Yaqut. [ian]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Kejagung Periksa PNS Pemprov Banten terkait Korupsi MBG

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:17

Ahli dari Polri Untungkan Febri Adriansyah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:03

Kinerja BUMD DKI Dituntut Lebih Terukur

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:53

Bayar Rp650 Juta tapi Gagal Lolos Kedokteran Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:41

KPK Bongkar Mahar Rp1,12 Miliar di Jalur Mandiri Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:29

Kiai Marsudi Dinilai Mampu Membangun Kemajuan NU Tanpa Kehilangan Jati Diri

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:17

Rektor Unsoed Diduga Terima Gratifikasi Rp680 Juta Lewat Mulyono

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:46

Ahli Praperadilan Febrie Sebut TPPU Perlu Tindak Pidana Asal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:29

Sjafrie Terima Menhan China: Perkuat Kerja Sama Militer

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:16

Mantan Dirdik Jampidsus Jasman Panjaitan Beberkan Kesaksian terkait Febrie

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:05

Selengkapnya