Berita

Pengantin wanita memegang papan kayu/AFP

Dunia

Papan Kayu, Hadiah Bagi Ratusan Pengantin Wanita Di India

SENIN, 01 MEI 2017 | 17:02 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

. Di hari pernikahan, pasangan pengantin biasanya mendapatkan hadiah berupa karangan bunga, perhiasan, pakaian, ataupun alat kebutuhan rumah tangga.

Namun tidak demikian dengan sejumlah pasangan pengantin di negera bagian Madhya Pradesh India.

Ratusan pengantin wanita di sebuah pernikahan massal yang baru-baru ini digelar di wilayah tersebut diberikan hadiah papan kayu.


Para pengantin wanita itu didesak untuk menggunakan papan kayu tersebut sebagai senjata jika suami mereka menjadi kasar.

Pada papan kayu berukuran sekitar 40 cm itu terdapat sejumlah kalimat, seperti "untuk penggunaan terhadap pemabuk".

Gopal Bhargava, seorang menteri negara bagian di Madhya Pradesh, mengatakan bahwa pemberian hadiah papan kayu itu adalah untuk menyoroti masalah kekerasan dalam rumah tangga yang tidak jarang terjadi di wilayahnya.

Dia menyuruh para wanita untuk mencoba berbicara baik-baik dengan suami mereka. Namun jika tidak berhasil, mereka bisa menggunakan papan kayu itu.

kepada AFP Bhargava menjelaskan bahwa dirinya telah memperhatikan jumlah wanita pedesaan yang menghadapi penganiayaan dari suami yang pemabuk.

"Wanita mengatakan, kapan pun suami mereka mabuk, mereka menjadi kasar. Tabungan mereka diambil dan dibuang ke minuman keras," katanya.

"Tidak ada niat untuk memancing wanita atau menghasutnya untuk melakukan kekerasan tapi papan kayu itu adalah untuk mencegah kekerasan," sambungnya.

Bhargava sendiri mengatakan bahwa ia telah memesan 10.000 papan secara total.

Hampir 700 pengantin wanita menerima hadiah itu dalam upacara pernikahan massal di kota asalnya Garhakota pada akhir pekan.

Pernikahan massal ditawarkan di India untuk membantu pasangan berpenghasilan rendah mengikat simpul tanpa harus membayar untuk acara mereka sendiri. [mel]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya