Pengantin wanita memegang papan kayu/AFP
. Di hari pernikahan, pasangan pengantin biasanya mendapatkan hadiah berupa karangan bunga, perhiasan, pakaian, ataupun alat kebutuhan rumah tangga.
Namun tidak demikian dengan sejumlah pasangan pengantin di negera bagian Madhya Pradesh India.
Ratusan pengantin wanita di sebuah pernikahan massal yang baru-baru ini digelar di wilayah tersebut diberikan hadiah papan kayu.
Para pengantin wanita itu didesak untuk menggunakan papan kayu tersebut sebagai senjata jika suami mereka menjadi kasar.
Pada papan kayu berukuran sekitar 40 cm itu terdapat sejumlah kalimat, seperti "untuk penggunaan terhadap pemabuk".
Gopal Bhargava, seorang menteri negara bagian di Madhya Pradesh, mengatakan bahwa pemberian hadiah papan kayu itu adalah untuk menyoroti masalah kekerasan dalam rumah tangga yang tidak jarang terjadi di wilayahnya.
Dia menyuruh para wanita untuk mencoba berbicara baik-baik dengan suami mereka. Namun jika tidak berhasil, mereka bisa menggunakan papan kayu itu.
kepada AFP Bhargava menjelaskan bahwa dirinya telah memperhatikan jumlah wanita pedesaan yang menghadapi penganiayaan dari suami yang pemabuk.
"Wanita mengatakan, kapan pun suami mereka mabuk, mereka menjadi kasar. Tabungan mereka diambil dan dibuang ke minuman keras," katanya.
"Tidak ada niat untuk memancing wanita atau menghasutnya untuk melakukan kekerasan tapi papan kayu itu adalah untuk mencegah kekerasan," sambungnya.
Bhargava sendiri mengatakan bahwa ia telah memesan 10.000 papan secara total.
Hampir 700 pengantin wanita menerima hadiah itu dalam upacara pernikahan massal di kota asalnya Garhakota pada akhir pekan.
Pernikahan massal ditawarkan di India untuk membantu pasangan berpenghasilan rendah mengikat simpul tanpa harus membayar untuk acara mereka sendiri.
[mel]