. Tantangan dan ancaman ideologi bangsa tetap membutuhkan sosok yang mampu menjaga dan mengawal keajegan NKRI dari ancaman menguatnya semangat sektarian dan politik identitas. Termasuk dari sosok ketua umum partai politik.
Dalam konteks ini, kata pengajar Ilmu Politik dan Pemerintahan Universitas Padjadjaran Bandung, Muradi, Megawati sebagai simbolisasi tokoh politik nasional yang memiliki visi keindonesiaan yang kuat, masih perlu memimpin dan menjaga marwah partai untuk tetap berada digaris depan penjaga kebhinekaan dan keindonesiaan.
Hal ini, sambungnya, perlu digarisbawahi agar transfer pengalaman dan ideologi pada sejumlah kader muda PDI Perjuangan dapat terus dan tetap berjalan pada garis ideologi kepartaian yang bersumbu pada semangat menjaga cita-cita para pendiri bangsa.
"Saya kira penting juga menegaskan bahwa dalam politik, penting sekali adanya patron sebagai penggerak dan penyemangat bagi kader-kader muda untuk tetap fokus pada visi dan misi partai," kata Muradi dalam keterangan beberapa saat lalu (Minggu, 30/4).
Menurut Muradi, PDI Perjuangan masih membutuhkan sosok putri sulung Bung Karno tersebut untuk menjaga marwah partai di tengah serbuan ideologi sektarian yang cenderung menguat. Karenanya penting pula kader-kader muda PDI Perjuangan juga memahami arah gerak dan tujuan partai yang mana sepenuhnya untuk menjaga agar keindonesiaan tetap lestari.
"Keteguhan dalam mengambil sikap politik menjadi penegas bahwa PDI Perjuangan sebagai partai membutuhkan megawati untuk tetap memimpin sambil secara bersamaan, Megawati juga terus membuka ruang politik bagi kader-kader muda untuk mengisi jabatan dan posisi strategis di partai dan pemerintahan sebagai bagian dari pendewasaan politik kader-kadernya," jelas Muradi.
Muradi menambahkan, keberadaan megawati sebagai sosok dengan sarat pengalaman politik bagus untuk mengawal dan menjadi mentor Jokowi dalam menjalankan pemerintahan. Hal inj ditegaskan sebagai bentuk pendampingan bagi kader PDI Perjuangan yang saat ini menjadi presiden indonesia ke-7.
"Mengawal dan mendampingi kader yang selama ini dilakukan oleh PDI Perjuangan seyogyanya dapat berjalan, khususnya bagi kader partai yang tengah memimpin negeri ini. Khusus untuk pendampingan dan pengawalan jokowi atas agenda dan program politik yang sedang dan akan dilakukan membutuhkan sosok Megawati, baik sebagai ketua umum partai maupun mantan wakil presiden dan presiden yang sarat pengalaman," demikian Muradi.
[ysa]