Berita

Nusantara

Layanan Pendidikan Di Daerah Terluar Mesti Digenjot

SABTU, 29 APRIL 2017 | 10:55 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Layanan pendidikan merupakan kebutuhan mendasar yang penting bagi masyarakat. Akses terhadap pendidikan kini menjadi fokus utama bagi pemerintah.

Demikian ditegaskan Deputi IV Kantor Staf Presiden RI, Eko Sulistyo, dalam acara Diskusi Kelompok Terpumpun yang diselenggarakan Kemendikbud dan Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat, di Hotel Horison, Bandung, Jumat (28/4). Ia mengatakan, krisis identitas atau krisis kebudayaan bisa terjadi jika akses pendidikan sulit diraih oleh masyarakat.

Menurut Eko, saat ini masih ada masyarakat yang kesulitan mengakses pendidikan, terutama di daerah perbatasan antara Indonesia dan negara lain.


Maka tidak heran, terang Eko, Presiden Joko Widodo sering berkunjung ke daerah-daerah untuk memantau proses pendidikan di sana. Tak hanya itu, presiden ingin memastikan infrastruktur pendidikan yang dibutuhkan anak-anak Indonesia dapat terpenuhi dan terbangun di daerah.

Dalam kesempatan ini, Eko menerangkan ihwal Pemerintah Pusat yang juga fokus membangun pendidikan vokasi di sekolah. Ia menilai, persoalan kurikulum di pendidikan vokasi di sekolah tengah menjadi perhatian khusus. Kurikulum pendidikan vokasi harus lebih menitikberatkan pada keterampilan sehingga para lulusan memiliki keterampilan yang dapat digunakan untuk bekerja. Lebih dari itu, keterampilan yang telah dimiliki dapat didorong pada produktivtas.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Monitoring Implementasi Kebijakan, R. Alpha Amirrachman, mengatakan, Indonesia harus merevolusi karakter bangsanya.

Menurut Alpha, karakter bangsa yang harus dimiliki yaitu bergiat berliterasi. Anak-anak Indonesia sekarang sangat minim dalam dunia membaca dan menulis. Karena itu, sekolah harus mentradisikan minimal membaca buku bagi para siswanya di setiap harinya. Hal ini agar anak-anak Indonesia semakin terpacu untuk menggali berbagai ilmu pengetahuan. Inilah salah satu untuk mewujudkan Revolusi Mental.

Di lain sisi,  Alpha menuturkan, pemerintah memang tengah memberikan perhatian lebih besar kepada daerah terluar, terdepan, dan tertinggal. Perhatian ini menyangkut dengan program Kemendikbud yaitu Progam Indonesia Pintar, Revitalisasi Pendidikan Kejuruan, dan Penguatan Pendidikan Karakter.

Menurut dia, pemerintah ingin layanan pendidikan dapat langsung diterima oleh anak-anak yang membutuhkannya. Ia mencontohkan, Kartu Indonesia Pintar segera dapat diterima oleh setiap anak tanpa harus melalui birokrasi yang berbelit-belit.  Namun ternyata, persoalan ini tidak selesai begitu saja. Masih ditemukan anak-anak yang tidak memanfaatkan KIP dengan baik.

Pemenuhan kualitas dan kuantitas guru pun menjadi sangat penting untuk digenjot. Guru di sekolah vokasi juga harus mengikuti pelatihan berkelanjutan dan magang di dunia industri. Jika hal ini dapat diwujudkan, maka bukan hal yang mustahil anak-anak Indonesia akan semakin berkarakter unggul. [ald]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya