Berita

Politik

Bukan Amerika, Bukan Pula India, Indonesia-lah Negara Demokrasi Terbesar Dunia

SABTU, 29 APRIL 2017 | 08:47 WIB | OLEH:

APA ciri negara demokrasi? Banyak jawabannya. Salah satunya adalah pemimpin negara adalah orang yang dipilih oleh rakyat. Prakteknya, hal ini banyak varian di setiap negara yang mendeklarasikan sebagai negara demokrasi.

Inggris mengklaim sebagai negara demokrasi, namun Kepala Negara Inggris adalah seorang Raja atau Ratu, turun-temurun tak pernah dipilih rakyat Inggris. Perdana Menteri selaku Kepala Pemerintahan Inggris dipilih oleh Parlemen dan disahkan oleh Kepala Negara, Raja atau Ratu yang bertahta. Rakyat Inggris tidak pernah sekalipun memilih Perdana Menteri Inggris. Itulah demokrasi ala Inggris.

Amerika Serikat. Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan dijabat oleh satu orang, Presiden. Namun suara rakyat Amerika bukanlah penentu utama siapa yang akan menjadi Presiden AS. Presiden dan Wakil Presiden AS dipilih oleh elector perwakilan Negara Bagian dalam Electoral College. Tiga juta rakyat Amerika lebih banyak rakyat Amerika memilih Hillary dibanding Trump dalam Pilpres AS 2016. Tetapi, Trump yang dilantik sebagai Presiden AS 2017-2021. Itulah demokrasi ala Amerika Serikat.


India. Hampir satu miliar pemilih India. Presiden sebagai Kepala Negara dan Perdana Menteri India dipilih oleh Parlemen. Tak satupun pemilih India mengetahui siapa Perdana Menteri India berikut bahkan setelah hasil pemilu diumumkan KPU India sekalipun. Semua tergantung parlemen. Itulah demokrasi di India.

Indonesia. Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan Indonesia dijabat oleh Presiden yang dipilih langsung dalam Pilpres langsung. Presiden dan Wapres Indonesia benar-benar dipilih langsung oleh rakyat Indonesia. Siapapun pasangan Capres/Cawapres yang mendapat suara 50 persen plus satu, dialah Presiden dan Wapres terpilih Indonesia. Suara rakyat adalah penentu sesungguhnya dalam demokrasi Indonesia tanpa embel-embel electoral college ala AS, tanpa campur tangan parlemen ala India sama sekali.

Jumlah pemilih terbesar di dunia dalam pemilu dipegang India, disusul Amerika, dan Indonesia berada di nomor tiga jumlah pemilih yang terdaftar dalam Pemilu nasional. Namun, sesunguhnya Indonesia adalah negara demokrasi terbesar nomor satu di dunia karena rakyat dalam artian sesungguhnya benar-benar menentukan siapa Presiden/Wakil Presiden Indonesia, tanpa ada kemungkinan lain sedikitpun. Parlemen Indonesia tak ada pengaruh sama sekali dalam penetapan Presiden Indonesia terpilih.

Tidak akan pernah terjadi di Indonesia pasangan Capres/Cawapres yang memenangkan tiga juta suara pemilih tidak dilantik sebagai Presiden. Tidak akan pernah terjadi di Indonesia pasangan Capres/Cawapres yang kalah tiga juta suara dalam Pilpres akan dilantik sebagai Presiden Indonesia, seperti Trump yang dilantik sebagai AS walau kalah jutaan suara rakyat dalam Pilpres AS.

Bukan India, bukan pula Amerika, Indonesialah Negara Demokrasi Terbesar Di Dunia.

Sehingga kita rakyat Indonesia amat sangat pada tempatnya mengatakan dan berdoa: Semoga jayalah selalu bangsa dan negara Indonesia, pemimpin dunia masa depan untuk membangun peradaban yang lebih beradab dan berkeadilan. Allahumma Amien. [****]

Penulis adalah Redaktur Khusus Kantor Berita Politik RMOL dan Sekjen Community for Press and Democracy Empowerment (PressCode)

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya