Berita

Desmond J. Mahesa/Net

Hukum

Desmond Tolak Penambahan Pengawal Untuk Penyidik KPK

SABTU, 29 APRIL 2017 | 01:16 WIB | LAPORAN:

Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond J. Mahesa kurang sreg dengan wacana penambahan pengawal keamanan untuk para penyidik KPK. Dia beralasan, penambahan pengamanan itu tidak diatur dalam Undang-Undang. Jika pengamanan bagi penyidik ditambah, UU KPK harus direvisi lebih dulu.

"Semua tugas penyidik itu berisiko. Kalau kemudian ada perlakuan khusus terhadap penyelidik KPK, ya kita buat dulu aturannya. Artinya, UU KPK perlu direvisi untuk memasukkan pasal KPK harus ada kekuatan yang melindunginya," kata Desmond, kemarin.

Selama ini penyidik KPK sebenarnya sudah diberi pengamanan oleh Polisi. Wacana penambahan muncul pasca-peristiwa penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan, penyidik senior KPK, 11 April lalu. Pengaman selama ini dianggap masih longgar. Padahal, tugas penyidik KPK dalam membongkar kasus-kasus korupsi besar sangat berisiko.


Bagi Desmond, penyerangan terhadap Novel tidak bisa dijadikan dasar untuk menambah jumlah tenaga pengaman bagi penyidik KPK. Harus ada dasar lain yang lebih kuat. Dia juga memandang, penyidik KPK selama ini sudah dibekali pelatihan dan senjata untuk melindungi diri.

"Kita lihat dulu kejadian Novel apakah berkaitan dengan tugasnya di KPK atau bukan. Kita tunggu hasil penyelidikan Kepolisian. Kepolisian kita sudah hebat kok ungkap kasus. Tangkap teroris bisa, masak kasus Novel tidak bisa beres? Ngapain saja Kepolisian kalau tidak bisa ungkap, kan itu intinya," ucap pentolan Gerindra ini.

Menurut Desmond, tugas penyidik KPK tidak jauh bedanya dengan petugas penyidik Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan penyidik di Kejaksaan Agung dalam perkara tindak pidana khusus. Karena itu, tidak perlu ada perlakuan khusus bagi penyidik KPK. Perlakuan khusus hanya akan membuat penyidik di institusi lain iri.

"Saya pikir tidak harus ada yang diistimewakan. Cuma tinggal persoalan-persoalan yang harus diperjelas. Kasus Novel sampai hari ini tidak terungkap apa terkait penyelidikan di KPK atau masalah pribadi. Ini juga yang membuat kami jadi sulit komentar," imbuhnya.

Namun nantinya penyerangan terhadap Novel terbukti berkaitan dengan tugasnya di KPK, Desmond mengaku mau pikir-pikir untuk menyetujui penambahan jumlah pengawal tersebut. Namun, dia masih khawatir penambahan pengawal itu justru berisiko membocorkan hasil investigasi KPK.

"Satu hal yang harus kita ketahui, Kepolisian harus buktikan dulu kalau kasus ini berkaitan di KPK atau bukan. Harapan kita Polisi bisa menangkap pelaku penyerang Novel. Kalau ini tidak bisa dibutikan, ini malah bisa jadi fitnah bahwa seolah-olah Novel diserang karena tugasnya penyidik KPK," katanya. [zul]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Usai Raup Dana Jumbo, Danantara Diminta Transparan Soal Penyaluran Investasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:13

SLA Lampaui Target, Helita jadi Andalan Baru Layanan Digital Tangsel

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:09

Garda Bangsa: Program Pemerintah Dirasakan Masyarakat, Harus Dikawal

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:37

TVRI Jelaskan Proses, Cakupan, dan Distribusi Hak Siar FIFA hingga 2027

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:06

AMMSI: Penyesuaian Operasional MBG Perkuat Efisiensi Anggaran dan Tata Kelola Program

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:00

Ace Hasan Dorong Alumni UIN Jakarta Terus Berkontribusi untuk Bangsa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:24

Program 3 Juta Rumah Dipercepat, Pemerintah dan Danantara Bahas Meikarta hingga Inpres Baru

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:08

Tiga Besar Fortune Southeast Asia 500, Pertamina: Motivasi Perkuat Ketahanan Energi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03

Saham Intel Melesat Usai Pernyataan Trump

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:32

Polisi Ungkap Rekayasa Perampokan di Menteng, Pelaku Dendam ke Korban Sejak 2020

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05

Selengkapnya