Rusia memangkas produksi minyak mentahnya hingga sekitar 300.000 barel per hari (bph) sebagai bagian dari kesepakatan dengan produsen minyak dunia untuk menopang harga global.
Pengumuman tersebut dibuat oleh Menteri Energi Rusia Alexander Novak (Jumat, 28/4).
Seperti dimuat Press TV, Novak menjelaskan bahwa produksi minyak negara tersebut dalam catatan terbaru yang telah didaftarkan pada hari Kamis lebih rendah dari tingkat produksi umum sebesar 298.000 bph.
"Sampai kemarin, sekitar 298.000 barel (per hari)," kata Novak.
Pengumuman ini mengikuti laporan sebelumnya oleh media Kuwait bahwa kesepakatan penting oleh produsen untuk mengurangi output mereka akan diperpanjang saat mereka bertemu lagi bulan depan.
Laporan mengutip pejabat dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) yang mengatakan bahwa sebuah konsensus telah dibuat antara produsen OPEC dan non-OPEC untuk memperpanjang pemotongan enam bulan lagi.
Berdasarkan sebuah rencana yang diajukan oleh Arab Saudi tahun lalu, produsen OPEC dalam sebuah pertemuan di Wina pada bulan Desember 2016 sepakat untuk memangkas produksi sebesar 1,2 juta barel per hari selama enam bulan mulai dari bulan Januari 2017 dalam upaya untuk menopang harga.
Beberapa produsen non-OPEC, yang dipimpin oleh Rusia, bergabung pada bulan Desember dengan melakukan pemotongan produksi sebesar 558.000 bph.
Perjanjian tersebut membebaskan anggota kunci Iran dari rencana tersebut, yang memungkinkannya untuk meningkatkan produksinya hingga 90.000 bph untuk mencapai tingkat pra-sanksi sekitar 4 juta bph.
Nigeria dan Libya juga dikecualikan dari rencana pemotongan hasil karena konflik internal yang telah menurunkan produksi minyak mentah mereka. [mel]