Berita

Foto/Net

Politik

CHAT NEWS

Kicauannya Guyon, Miris & Memilukan

Gombalin Ahok Trending Topic
KAMIS, 27 APRIL 2017 | 09:02 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Para netizen alias warganet tak cape-capenya bicara mengenai Pilkada DKI, khususnya tentang Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Seharian kemarin, muncul tanda pagar (tagar) alias hashtag #GombalinAhok yang ngehits sampai menjadi trending topic. Komentarnya macam-macam. Ada yang lucu, ada juga yang memilukan.

Yang pertama bikin tagar #GombalinAhok ini adalah akun @Anjinggombal. "Untuk menghargai kerja Pak @basuki_btp untuk Jakarta, yuk kita gombalin di sini. Pake hashtag #GombalinAhok yuk!" ajak akun yang memiliki pengikut lebih dari 1,2 juta ini sekira pukul 9 pagi, kemarin.

Ajakan ini mendapat sambutan yang besar. Beberapa saat kemudian, ribuan warganet, mulai dari akun yang jelas sampai akun kloningan, rame-rame membuat tagar ini sambil mencuitkan komentarnya. Tak heran, tagar ini kemudian merajai lini masa media sosial twitter sampai sore kamarin. Isinya kebanyakan guyon. Tetapi ada juga yang bikin miris dan pilu hati.


Yang lucu-lucu, memakai bahasa anak alay saat ngegombalin Ahok. Contohnya, cuitan @Annaa_fn. "Jakarta tanpa Pak Ahok bagaikan ambulans tanpa uwiw uwiw #GombalinAhok," kicaunya. Akun @jonathanend menimpali. "Walaupun kalah Pilkada, tetap cuma Pak @basuki_btp yang bisa memenangkan hatiku," cuitnya.

Akun @Tariganyudo membandingkan kekalahan Ahok dengan kekalahan pembalap MotoGP Valentino Rossi saat 2105 lalu. "Just like the result of motogp 2015, lorenzo (Anies) won the championship, Rossi (Ahok) won people's heart," tulisnya. Akun @Fenifrt mengamini. "Dan ini pertama kali saya melihat pemimpin seistemewa ini."

Akun @gintingherty menambahi. "Anis-Sandi memang pemilik kursi, tapi @basuki_btp pemilik hati. Kursi gampang dijual beli, nurani dan cinta sejati tak bisa dibeli!" kicaunya. Akun @semilia_kumbini langsung nyamber. "Please don't say we can't be together anymore.. I still need you Pak."

Warganet lain membuat dialog seakan-akan Ahok sedangan pacaran dengan Jakarta. "Ahok: aku sayang kamu Jakarta, aku pengen lebih dari ini// Jakarta: maaf kamu terlalu baik buat aku," cuit @alie_akbar25.

Akun @RandeLavie membuat cuitan yang cukup menyentuh. "Sekarang bukan lagi zaman Siti Nurbaya, tapi kenapa kita tetap enggak bisa milih yang kita cintai?" tulisnya.

Akun @RioLeiva mewek. "Ibaratnya warga Jakarta dijodohin sama Nomor 3. Padahal dalam hati cinta sama Nomor 2. Harus pisah beda agama," tulisnya.

Cuitan yang mellow dan pilu terlihat di akun @noni_nitha. "#GombalinAhok Kaulah segalanya untukku, kaulah pujaan hati ini, takkan ku melupakannmu, tiada lagi yang kuharap hanya kau. Mantan terindah ????" kicaunya. Akun @wira_panda ikut-ikutan mellow. "Semoga pergimu tak lama, karena tanpamu Jakarta tak lagi sama."

Pemilik akun @mamilunar menyitir sebuah lagu untuk menggambarkan isi hatinya. "BaDja jangan kau pergi tinggalkan Jakarta sendiri. BaDja jangan kau lari. Apalah arti Jakarta ini tanpa Basuki dan Djarot sayang," tulisnya.

Ada juga akun yang nyinyir ikut-ikutan menggunakan tagar ini. Seperti @Sahaman8. Dia membuat cuitan dengan menyinggung soal maraknya karangan bunga untuk Ahok, yang menurutnya sudah terlanjut dipesan.

"Terlanjur kasih DP buat bunga ternyata kalah. Daripada hangus ha ha ha," cuitnya. Akun @koperboyz ikut nyeletuk. "Lagi rame karangan bunga Ahok yang pengirimnya enggak jelas ya. Sembako aja berton-ton bisa dibeli, apalagi cuma karangan bunga.. #GombalinAhok," cuitnya.

Akun @President_HeRI lebih kejam lagi. Dia menuding, karangan bunga itu dipesan oleh Ahok sendiri. "Edisi menghibur diri, kirim karangan bunga sendiri, ketawa-ketawa sendiri. Eh ada yang salah kirim karangan bunga kematian," cuitnya. ***

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Manusia Nusantara dan Karakteristiknya

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:59

Diduga Terlibat Korupsi, Wali Kota Pematangsiantar Dilaporkan ke KPK

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:40

Telkom Bidik Peluang AI di Berbagai Sektor Industri Lewat Alcosystem

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:20

Bahlil: Bagi Golkar, Kosgoro ‘Seng Ada Lawan’

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:57

Film Pesta Babi Dianggap jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:33

Banyak Orang Cemas dengan Ekonomi Indonesia, Chatib Basri jadi Solusi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:15

Membongkar Jaringan Korupsi Terstruktur Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:55

Penangkapan 320 WNA Jaringan Judol jadi Kado Manis Hari Bhayangkara

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:30

Kasus Silmy Karim Harus jadi Momentum Reformasi Total Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:10

Purbaya Bantah Isu Mundur dari Menkeu: Saya Lebih Suka Maju!

Sabtu, 06 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya