Berita

Dunia

Angkat Arab Saudi Jadi Anggota, Komisi PBB Untuk Status Wanita Jadi Sorotan

RABU, 26 APRIL 2017 | 17:41 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Komisi PBB untuk Status Wanita, sebuah lembaga yang dibuat untuk mempromosikan kesetaraan gender dan pemberdayaan wanita kebanjiran kritik setelah memilih Arab Saudi sebagai salah satu anggotanya.

Komisi itu diketahui memilih 13 anggota baru melalui pemungutan suara secara rahasia pekan ini. Salah satunya adalah Arab Saudi.

"Memilih Arab Saudi untuk melindungi hak-hak perempuan adalah seperti membuat seorang pembakar ke posisi kepala pemadam kebakaran kota," kata Hillel Neuer, direktur eksekutif UN Watch, sebuah kelompok hak asasi manusia yang bertindak sebagai pengawas PBB.


Kritik yang berdatangan terutama karena Arab Saudi membatasi banyak hak wanita, seperti harus memiliki wali yang sah. Wali tersebut memiliki wewenang untuk membuat keputusan penting atas wanita, seperti keputusan untuk bepergian ke luar negeri, menikah dan bahkan perawatan kesehatan.

Global Gender Gap World Economic Forum bahkan menempatkan Arab Saudi di posisi 141 dari 144 negara di dunia.

"Tidak masuk akal bahwa Arab Saudi harus duduk di Komisi PBB untuk Status Perempuan sebagai anggota negara," kata Rothna Begum, seorang peneliti hak asasi manusia Timur Tengah untuk Human Rights Watch.

Sementara itu juru bicara PBB Stephane Dujarric menjelaskan bahwa pemilihan anggota itu adalah sepenuhnya otoritas komisi.

"Sekretaris jenderal tidak memiliki wewenang atau keterlibatan," tegasnya seperti dimuat CNN. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya