Berita

Ilustrasi/The Guardian

Dunia

Obesitas Melonjak Di Tiga Negara Amerika Latin Ini

RABU, 26 APRIL 2017 | 15:51 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Lebih dari dua pertiga orang yang tinggal di Meksiko, Cile dan Ekuador mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Begitu bunyi laporan terbaru PBB pekan ini.

Obesitas dinilai menelan biaya ekonomi puluhan miliar dolar setiap tahun, mendorong tingkat penyakit dan mendapatkan layanan kesehatan.

Angka obesitas ini meningkat setelah jumlah orang lapar di Amerika Latin dan Karibia telah berkurang dua kali lipat dalam 25 tahun terakhir.


"Implikasinya bagi masa depan negara sangat menakutkan. Kekurangan gizi menurun, namun kelebihan gizi diperkirakan akan menjadi beban sosial dan ekonomi terbesar di kawasan ini," kata Program Pangan Dunia (WFP) PBB dalam sebuah pernyataan.

Laporan oleh WFP dan Komisi Ekonomi PBB untuk Amerika Latin dan Karibia (ECLAC), mengatakan selama enam dekade berikutnya orang-orang yang kelebihan berat badan dan obesitas akan menelan biaya sekitar 13 miliar dolar AS per tahun.

Dalam laporan yang sama, disebutkan bahwa baik kekurangan gizi maupun kelebihan gizi merupakan dua sisi mata uang yang sama-sama menimbulkan beban ganda pada ekonomi negara.

Kekurangan gizi bisa menghambat pertubuhan anak dan perkembangan otak, sedangkan obesitas dapat menyebabkan diabetes tipe 2, kanker dan penyakit jantung.

"Kami sekarang menyaksikan sebuah tren yang mengkhawatirkan di kalangan masyarakat rentan dengan kasus kekurangan gizi dan kelebihan berat badan secara bersamaan di dalam keluarga yang sama," kata Miguel Barreto, direktur regional WFP mengatakan dalam sebuah pernyataan.

"Kekurangan dan kelebihan berat badan merupakan beban serius bagi kesehatan keluarga-keluarga tersebut, yang pada akhirnya diterjemahkan menjadi kerugian dalam produktivitas, dan pada tekanan pada sistem kesehatan dan pendidikan di negara tempat mereka tinggal," sambungnya.

Di laporan tersebut dijelaskan bahwa sejumlah hal yang bisa dilakukan untuk menghindari obesitas antara lain adalah mengubah makanan, termasuk lebih banyak makanan olahan yang mengandung garam, gula dan lemak tinggi. Bukan hanya itu, gaya hidup juga bisa mempengaruhi, seperti terlalu banyak duduk.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, obesitas adalah epidemi di seluruh dunia, menewaskan 2,8 juta orang dewasa setiap tahun, dan kondisi terkait obesitas sekarang menyebabkan lebih banyak kematian daripada kelaparan. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya