Berita

Dunia

ISIS Pernah Minta Maaf Ke Israel Soal Insiden Di Golan?

SELASA, 25 APRIL 2017 | 18:55 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sikap Israel dalam konflik di Suriah adalah netral. Begitu netralnya, hingga pada suatu waktu kelompok militan ISIS pernah meminta maaf kepada Israel.

Begitu kata mantan Menteri Pertahanan ISrael Moshe Ya'alon dalam sebuah wawancara dengan media lokal baru-baru ini seperti dimuat ulang Russia Today.

Ia menjelaskan bahwa kebijakan Israel secara luas terhadap Suriah adalah netral. Israel bahkan memiliki sambungan komunikasi terbuka dengan sel kelompok militan ISIS yang beroperasi di Dataran Tinggi Golan.


"Pernah ada satu kasus baru-baru ini di mana ISIS melepaskan tembakan dan meminta maaf," kata Ya'alon.

Namun demikian, ia tidak mengelaborasi lebih lanjut soal pernyataanya itu. Pihak pasukan pertahan ISrael (IDF) pun tidak ikut mengeluarkan pernyataan soal hal tersebut.

Namun, pernyataan Ya'alon ini memicu banyak asumsi, mengingat di bawah hukum Israel, komunikasi apapun dengan teroris adalah suatu tindakan yang ilegal.

Ya'alon sendiri memegang jabatan sebagai Menteri Pertahan ISrael pada tahun 2013 hingga Mei 2016 lalu.

Diduga, pernyataanya itu merujuk pada insiden perdana yang melibatkan pasukan Israel dan ISIS.

Insiden itu terjadi November tahun lalu, saat itu sel kelompok Shuhada al-Yarmouk yang berkomitmen dengan ISIS terlibat baku tembak dengan pasukan ISrael setelah pasukan Israel melewati batas dengan Suriah.

Pernyataan Ya'alon juga nampak kontradiktif mengingat kendati posisi resmi Israel mengejar netralitas dalam konflik Suriah, Tel Aviv di masa lalu dan dalam beberapa kesempatan pernah melibatkan target militer Suriah di Suriah untuk mencegah dugaan pengalihan senjata ke kelompok Hizbullah Lebanon, yang dianggap sebagai kelompok teroris oleh Israel. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya