Berita

Dunia

Biaya Pemerintah AS Bisa Naik 2,3 Miliar Dolar AS Tanpa Pembayaran Obamacare

SELASA, 25 APRIL 2017 | 18:39 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Anggaran pemerintah Amerika Serikat bisa membengkak hingga 2,3 miliar dolar AS pada tahun 2018 mendatang jika Kongres dan Presiden Donald Trump memutuskan untuk tidak mendanai pembayaran terkait Obamacare ke perusahaan asuransi kesehatan.

Begitu bunyi studi menurut sebuah studi yang dikeluarkan pada hari ini (Selasa, 25/4) oleh Kaiser Family Foundation, seperti dimuat Reuters.

Pembayaran tersebut mencapai sekitar 7 miliar dolar AS pada tahun fiskal 2017 dan membantu menutup biaya medis dari luar untuk orang berpenghasilan rendah Amerika yang membeli asuransi pada setiap pertukaran asuransi yang dibuat oleh Affordable Care Act, yang sering disebut Obamacare.


Menurut studi tersebut, pemerintah bisa menghemat 10 miliar dolar AS dengan mencabut pembayaran tersebut.

Tapi perusahaan asuransi yang tetap berada di pasar harus menaikkan premi hampir 20 persen untuk menutupi kerugian mereka, jadi pemerintah harus mengeluarkan 12,3 miliar dolar AS untuk kredit pajak untuk membantu membayar biaya premi warga AS.

Proyeksi tersebut mengasumsikan bahwa perusahaan asuransi tetap berada di pasar tahun depan. Namun pakar kebijakan kesehatan mengatakan tanpa pembayaran, banyak perusahaan asuransi tidak dapat bertahan di pasar dan kemungkinan akan keluar sehingga akan meninggalkan beberapa wilayah AS tanpa perusahaan asuransi.

Untuk diketahui bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menahan pembayaran untuk memaksa Demokrat ke meja perundingan untuk membayar tagihan kesehatan untuk menggantikan Obamacare.

Trump juga mengatakan bahwa dia akan mendanai subsidi jika Demokrat setuju untuk mendanai dinding perbatasan yang diusulkannya dengan Meksiko. Demokrat menolak tawaran bersyarat tersebut.

Pembayaran tersebut merupakan subjek dari tuntutan hukum Partai Republik yang tertunda yang diajukan banding oleh pemerintahan Obama dan ditunda saat Trump menjabat. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya