Berita

Bendera China/Net

Dunia

Kontrol Ketat, Jumlah Koruptor Yang Kabur Ke Luar Negeri Merosot

SELASA, 25 APRIL 2017 | 18:15 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Jumlah tersangka korupsi yang melarikan diri ke luar negeri dalam empat tahun terakhir telah turun drastis. Hal itu terjadi di China. Penurunan drastis itu terjadi karena pemerintah China melakukan kontrol ketat terhadap imigrasi dan penerbitan paspor.

Begitu kata badan pengawas Korupsi China, Komisi Pusat untuk Inspeksi Disiplin China dalam laporannya hari ini (Selasa, 25/4).

Untuk diketahui bahwa China telah melakukan pencarian di luar negeri yang dijuluki Operation Fox Hunt untuk pejabat korup dan eksekutif bisnis yang telah melarikan diri ke luar negeri dengan aset mereka. Ini adalah bagian dari sikap pemerintah Presiden Xi Jinping mengenai perang melawan korupsi yang agresif.


Dalam pernyataan yang sama, disebutkan bahwa pencegahan sama pentingnya dengan upaya untuk mengembalikan mereka yang sudah berada di luar negeri.

Menurut catatan badan tersebut, seperti dimuat Channel News Asia, pada tahun 2014, 101 pejabat melarikan diri ke luar negeri, pada tahun 2015 jumlahnya turun menjadi 31, sementara tahun lalu hanya 19 yang lolos.

Badan tersebut mengklaim bahwa merosotnya angka-angka ini terutama disebabkan oleh langkah-langkah yang diperketat, seperti terhadap mereka yang seluruh keluarganya sudah berada di luar negeri, seperti kontrol paspor yang lebih ketat dan pembatasan memindahkan uang ke luar negeri.

Pada tahun 2015, pihak berwenang menerbitkan daftar 100 tersangka korupsi yang paling dicari yang telah ditargetkan dengan pemberitahuan merah Interpol, banyak yang tinggal di Amerika Serikat, Kanada dan Australia.

Komisi tersebut mengatakan bahwa sejauh ini telah kembali ke China, kebanyakan dari mereka yang telah dibujuk untuk menyerahkan diri. [mel]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya