Berita

Foto/Net

Politik

Ahok Bakal Diselamatkan...

SELASA, 25 APRIL 2017 | 07:50 WIB | OLEH: ARIEF GUNAWAN*

APA arti tangisan pilu Megawati yang gambarnya beredar jadi viral di sosial media pada saat hari pencoblosan Pilgub Jakarta, Rabu 19 April yang lalu? Banyak yang bilang itulah ekspresi kehancuran hati Megawati, karena Ahok secara tidak disangka-sangka ternyata kalah telak.

Hati Mega sebelumnya dilukiskan penuh bunga melihat dukungan berbagai lembaga survei dan juga media, termasuk dukungan elemen formal dan non formal lainnya terhadap Ahok. Tetapi apa boleh buat kehendak warga Jakarta ternyata berkata lain mengalahkan kekuatan modal super dahsyat yang berdiri di belakang Ahok.

Mega dikabarkan juga kecewa karena partai-partai lain yang merupakan pendukung Ahok seperti Hanura, Nasdem, dan Golkar tidak se all out PDIP memback up di lapangan.


Hal lainnya yang menyebabkan terbitnya tangisan pilu itu adalah kekalahan PDIP di sejumlah Pilkada di daerah lainnya. Saya sendiri sebagai wartawan yang pernah bertahun-tahun bergelut di lapangan belum pernah menyaksikan tangisan Mega sepilu itu.

Dalam berbagai kesempatan penting saya menangkap kesan Mega adalah seorang yang sangat perasa sehingga mudah berkaca-kaca, tetapi tangisannya saat hari pencoblosan itu menerbitkan banyak pertanyaan di dalam benak.

Bagaimana Ahok? Ahok dikabarkan sedang didorong untuk masuk kabinet, untuk posisi Menteri Dalam Negeri menggantikan Tjahjo Kumolo yang akan digeser jadi Menkumham menggantikan Yasona Laoli. Yasona yang juga kader PDIP termasuk yang dievaluasi karena kinerjanya tidak ada yang signifikan.

Menteri lainnya yang akan direshuffle adalah Kepala Bapennas Sofjan Djalil, Menkeu Sri Mulyani, dan Menko Perekonomian Darmin Nasution. Untuk Ahok kabarnya juga sudah disiapkan posisi Kepala Bulog sebagai cadangan kalau tidak jadi Menteri Dalam Negeri.

Ke depan pemerintahan Jokowi akan dibebani tiga persoalan besar: 1). Persoalan reshuffle. Dalam konteks ini kalau Jokowi (kembali) salah memilih menteri terutama menteri-menteri di bidang ekonomi, maka pemerintahannya tidak akan lebih baik dari sekarang.

2). Masih berlarut-larutnya penanganan kasus Ahok yang menimbulkan rasa tidak adil di dalam masyarakat akan menjadi faktor buruk bagi pemerintahan Jokowi, sehingga akibatnya pemerintahan akan berjalan di tempat dengan berbagai masalah yang semakin membengkak.

Untuk itu diperlukan ketegasan dan keadilan agar Ahok mendapatkan hukuman yang setimpal sebagaimana dialami oleh para pelaku penista agama yang pernah ada di negeri ini, yaitu hukuman penjara lima tahun. Saat ini berkembang kesan kuat Ahok hendak diselamatkan dengan memasukkannya ke kabinet. Kalau ini terjadi maka prahara yang lebih besar kemungkinan akan berkobar dan yang menjadi korban adalah rakyat.

3). Perbaikan kondisi perekonomian nasional merupakan hal yang sangat mendesak yang berpengaruh sangat besar kepada kepercayaan masyarakat terhadap Jokowi. Sudah saatnya negeri ini dikelola tidak dengan cara pandang para ekonom neoliberal seperti saat ini. [***]

Penulis adalah Wartawan Senior Rakyat Merdeka

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

UPDATE

Realisasi Pendapatan Perparkiran di Jakarta Memble

Senin, 10 Agustus 2026 | 04:21

Keluarga Sutrimo Tak Lagi Pasrah soal Penyebab Kematian Karumga Febrie

Senin, 10 Agustus 2026 | 04:18

Rp4,1 Triliun BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II segera Cair

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:36

Penjarahan dan Keruntuhan Kota Roma, 410 M

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:16

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

Pancasila Dasar Negara Kita

Senin, 10 Agustus 2026 | 02:43

Rudy Tanoe Bantah Mangkir Panggilan KPK

Senin, 10 Agustus 2026 | 02:16

Waspada Banjir Rob Rendam Kawasan Pesisir Jateng

Senin, 10 Agustus 2026 | 02:00

Dibuka Sayembara Rp100 Juta untuk Ijazah SMA Gibran

Senin, 10 Agustus 2026 | 01:28

Zikir Kebangsaan di Istiqlal

Senin, 10 Agustus 2026 | 01:08

Selengkapnya