Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Jerman Tolak Mayoritas Permintaan Suaka Warga Afghanistan

SENIN, 24 APRIL 2017 | 19:00 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Jerman dalam kurun waktu dua bulan terakhir telah menolak permintaan suaka lebih dari separuh pengungsi Afghanistan yang telah menempuh jarak 7.000 kilometer untuk mencari kehidupan yang lebih baik di negara Eropa.

Dikabarkan Press TV bahwa kurang dari 48 persen permintaan suaka yang diajukan oleh orang-orang dari Afghanistan telah diterima dalam dua bulan pertama tahun 2017.

Pada bulan Januari dan Februari saja, pemerintah menolak 14.403 dari 27.639 aplikasi suaka Afghanistan yang diproses.


Laporan tersebut muncul tak lama setelah sebuah publikasi Jerman lainnya mengatakan bahwa ribuan mantan gerilyawan Taliban mungkin telah memasuki Jerman selama dua tahun terakhir di antara masuknya lebih dari satu juta pengungsi, termasuk puluhan ribu orang Afghanistan.

Majalah berita mingguan Jerman Der Spiegel mengatakan dalam laporannya pada hari Sabtu bahwa sejumlah besar kontra-terorisme dan penyelidikan kriminal telah diluncurkan pada tahun 2016, dengan sejumlah pengungsi Afghanistan ditahan dalam tahanan investigasi. Ia menambahkan bahwa sidang pengadilan awal yang melibatkan beberapa warga Afghanistan lainnya akan dimulai minggu depan.

Pemerintah Kanselir Jerman Angela Merkel mendapat kecaman di beberapa tempat politik di negara tersebut karena mengizinkan sejumlah besar pengungsi, terutama setelah beberapa serangan kriminal tahun lalu oleh para pencari suaka Afghanistan yang ditolak.

Berlin mencapai kesepakatan dengan pemerintah Afghanistan pada bulan Oktober 2016 untuk menolak pencari suaka kembali ke Afghanistan.

Pada awal Februari lalu, Merkel meminta pihak berwenang untuk mempercepat deportasi pengungsi yang ditolak tersebut. Dia telah membela peningkatan deportasi pencari suaka tersebut, dengan mengatakan bahwa semua negara Uni Eropa lainnya melakukan hal yang sama. [mel]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya