Sepanjang akhir pekan kemarin setidaknya ada 35 orang yang tewas di Meksiko.
Mereka yang tewas merupakan bagian dari kekerasan geng narkoba yang telah mendorong lonjakan pembunuhan.
Menurut keterangan otoritas setempat seperti dimuat Reuters, di negara bagian Sinaloa Meksiko, 12 orang tewas dalam berbagai insiden sejak Minggu dini hari (23/4).
Pertempuran antar geng telah meningkat di wilayah tersebut menyusul penangkapan bos kartel Sinaloa Joaquin "El Chapo" Guzman tahun lalu yang kemudian diekstradisi pada bulan Januari ke Amerika Serikat.
Sementara itu, sembilan orang ditemukan tewas pada hari Minggu kemarin setelah pertarungan senjata antara gerombolan narkoba yang bersaing di pegunungan negara bagian Meksiko, Meksiko barat, Michoacan.
Penembakan tersebut terjadi di sebuah desa terpencil di kotamadya Churumuco, yang berbatasan dengan negara bagian Guerrero, di mana delapan mayat ditemukan di jalan utama dan satu lagi di Sierra di dekatnya.
Pada bulan Januari 2014, pemerintah federal secara efektif mengambil alih kendali Michoacan selama lebih dari setahun dalam upaya untuk mengekang kekerasan antara gerombolan narkoba dan milisi masyarakat yang telah bangkit untuk melawan pemerasan dan penculikan.
Wilayah negara bagian Guerrero, adalah lokasi dari kekerasan terburuk di Meksiko saat gerombolan berperang di ladang opium, yang digunakan untuk membuat heroin.
Delapan jenazah ditemukan di berbagai tempat di sekitar Guerrero pada hari Minggu, sementara enam mayat lainnya ditemukan di negara bagian Veracruz di Teluk Meksiko.
Untuk diketahui bahwa kekerasan di Meksiko telah meningkat menjadi yang terburuk sejak 2011.
Presiden Enrique Pena Nieto menghadapi kritik yang meningkat atas penanganan lonjakan pertumpahan darah tersebut.
[mel]