Berita

Le Pen/AFP

Dunia

Le Pen Masih Berpotensi Kuat Jadi Wanita Di Pucuk Kekuasaan Perancis

SENIN, 24 APRIL 2017 | 14:36 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemimpin sayap kanan Partai Front Nasional Perancis Marine Le Pen masih memiliki potensi kuat untuk menjadi wanita pertama yang memegang jabatan Presiden Perancis.

Ia mengantongi lebih dari 21 persen suara dalam pemilu putaran pertama akhir pekan kemarin. Hanya tertinggal sekitar dua persen dari pesaing terberatnya, Emmanuel Macron.

Pendukungnya mengakui bahwa Le Pen menghadapi tantangan berat, dengan saingannya yang merupakan kandidat termuda yang lebih mudah menarik spektrum pemilih yang lebih luas.


Terlebih Le Pen terjerat sejumlah isu, terutama skandal pendaan. Hal itu juga ikut mempengaruhi perolehan suaranya.

Namun demikian, dalam enam tahun terakhir, Le Pen mengubah partainya menjadi kekuatan yang didorong oleh jenis anti-globalisasi. Ia tegas mendorong pemungutan suara Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa serta terang-terangan mendukung Donald Trump dalam pemilu Amerika Serikat.

Le Pen telah memperkirakan Uni Eropa "akan mati" dan telah bersumpah untuk membawa Prancis keluar dari euro dan mengadakan referendum mengenai keanggotaan serikat tersebut.

Dalam pemilihan presiden terakhir di 2012 Le Pen menempati posisi ketiga dengan hanya mengantongi suara di bawah 18 persen.

Pada jejak kampanye tahun ini, dia kembali ke dasar-dasar partai tersebut, mengatakan bahwa Prancis tidak bertanggung jawab atas penggusuran 13.000 orang Yahudi yang terkenal di Paris selama Perang Dunia II. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya