Berita

Pertahanan

BNPT dan Fatayat NU Luncurkan Daiyah Anti Radikalisme Di Hari Kartini

MINGGU, 23 APRIL 2017 | 07:37 WIB | LAPORAN:

Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, 21 April, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Fatayat NU melantik 500 daiyah anti radikalisme fatayat NU.

Keberadaan para daiyah Fatayat NU ini nantinya akan menjadi mitra strategis BNPT dalam menggaungkan pencegahan terorisme dari kalangan perempuan dan anak-anak.

Launching daiyah anti radikalisme itu dilakukan di sela-sela Sarasehan Pencegahan Paham Radikal Terorisme dan Launching Daiyah Anti Radikalisme Bersama Fatayat NU di Bandung.


"Ini adalah bagian dari upaya BNPT dalam memperkuat sinergi dalam penanggulangan terorisme melalui media dakwah. Apalagi, faktanya kaum perempuan juga menjadi sasaran utama radikalisme dan terorisme," kata Kepala BNPT Komjen Pol. Suhardi Alius didampingi Ketua Fatayat NU Anggia Ermarini.

Komjen Suhardi Alius memaparkan bahwa peranan perempuan sangat penting dalam membendung radikalisme dan terorisme dari level paling dasar yaitu keluarga. Karena itu, para perempuan harus dibekali dengan pemahaman tentang bahaya dan ancaman radikalisme dan terorisme, serta dikuatkan rasa cinta tanah air dan bela negara. Itulah yang menjadi tugas daiyah anti radikalisme.

"Kami berharap dengan adanya daiyah anti radikalisme upaya kita untuk membendung penyebaran radikalisme dan terorisme di Indonesia bisa lebih maksimal. Tentu ini harus terus digalakkan. Tidak hanya Fatayat NU, kami juga telah bersinergi dengan Muslimat NU, juga dalam rangka membentengi keluarga dan lingkungan agar tidak terpapar radikalisme dan terorisme. Ini penting karena kecenderungan akhir-akhir ini, perempuan dan anak-anak menjadi sasaran radikalisme dan terorisme tersebut," papar mantan Kabareskrim Polri ini.

Suhardi berharap banyak dari organisasi perempuan seperti Fatayat dan Muslimat NU, juga dengan organisasi lain di Indonesia, agar terus bergandengan tangan menyebarkan nilai agama serta ideologi bangsa sesuai dengan NKRI. Juga berkaitan dengan Hari Kartini diharapkan dengan bersatunya kaum perempuan, Indonesia akan mempuyai daya tahan dan tangkal dalam menghadapi paparan radikalisme.

Selama ini, lanjut Suhardi, kaum perempuan telah banyak dimanfaatkan kaum radikalisme dan terorisme untuk melakukan aksi. Fenomena itu sudah terjadi di luar negeri dan beruntung upaya itu berhasil dicegah di Indonesia, seperti kasus bom panci di Bekasi, di mana calon 'pengantinnya' seorang perempuan.

Mereka bisa memanfaatkan kelemahan dan kodrat perempuan untuk direkrut menjadi teroris. Contohnya, mungkin ada wanita dengan latar belakang tidak baik langsung dibaiat. Untuk menebus dosanya, perempuan itu harus menjadi 'pengantin'.

Sementara itu, Ketua Fatayat NU Anggia Ermarini menegaskan, daiyah anti radikalisme siap berusaha keras untuk menjadi fasilitator di tengahtengah masyarakat terutama dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap ancaman radikalisme dan terorisme.

Menurutnya, dewasa ini kaum perempuan menghadapi sebuah tantangan baru dengan menyebarnya paham-paham radikal di tengah-tengah masyarakat. Ironisnya kini yang menjadi sasaran adalah kaum perempuan dan anak-anak.

"Sudah banyak bukti di depan mata kita bahwa betapa banyak anak-anak yang terpengaruh radikalisme dan terorisme. Kami berharap dengan adanya sinergi dengan BNPT melalui daiyah anti radikalisme ini, kami juga bisa berperan dalam menangkal paham radikal terorisme," kata Anggia Ermarini.[wid]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya