Berita

Donald Trump/Net

Dunia

Pakar: Trump Punya Penyakit Jiwa Yang Membahayakan

SABTU, 22 APRIL 2017 | 16:39 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sekelompok psikiater Amerika telah memperingatkan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump memiliki penyakit jiwa yang berbahaya dan tidak layak untuk memimpin negara tersebut.

Lebih dari tiga puluh ahli kesehatan mental mengatakan hal senada pekan ini di sebuah konferensi di Universitas Yale. Mereka satu suara menyebut bahwa Trump  adalah sosok yang "paranoid dan delusional". Kerena itulah mereka bertanggung jawab untuk memperingatkan orang Amerika tentang bahaya yang menyertai Trump.

"Kami memiliki tanggung jawab etis untuk memperingatkan masyarakat tentang penyakit mental Donald Trump yang berbahaya," kata Dr. John Gartner mengatakan di Yale's School of Medicine di New Haven, Connecticut.


Gartner mengatakan bahwa klaim palsu Trump tentang kerumunan terbesar pada saat pelantikannya hanyalah salah satu dari banyak hal yang menjadi peringatan masalah yang lebih luas.

Gartner memimpin sekelompok ahli kesehatan mental yang percaya bahwa Presiden Trump menderita kombinasi gangguan kepribadian anti-sosial dan narsisisme ekstrim dan tidak layak untuk pekerjaan itu. Dia memulai sebuah petisi online awal tahun ini untuk meminta Trump dikeluarkan dari jabatannya.

"Lebih buruk daripada hanya menjadi pembohong atau narsisis, selain itu dia paranoid, berpikir delusional dan muluk dan dia membuktikan hal itu ke negara pada hari pertama dia menjadi presiden. Jika Donald Trump benar-benar percaya bahwa dia memiliki ukuran kerumunan terbesar dalam sejarah, itu adalah delusional, " katanya.

James Gilligan, seorang psikiater dan profesor di New York University, mengatakan kepada konferensi tersebut bahwa dia telah bekerja dengan beberapa "orang paling berbahaya di masyarakat," namun dia yakin dengan "bahaya" Trump.

"Saya telah bekerja dengan pembunuh dan pemerkosa. Saya bisa mengenali bahaya dari jarak satu mil. Anda tidak perlu menjadi ahli dalam bahaya atau menghabiskan lima puluh tahun untuk mempelajarinya seperti yang saya miliki untuk mengetahui betapa berbahayanya orang ini, " katanya seperti dimuat Press TV. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya