Seorang anggota Parlemen Rusia marah setelah putranya dijatuhi hukuman 27 tahun penjara karena kejahatan cyber terkait peretasan di Amerika Serikat.
Ia adalah Roman Valeryevich Seleznev, berusia 32 tahuh. Ia divonis pada bulan Agustus lalu karena mencuri data kartu kredit dari restoran AS sehingga menyebabkan kerugian hampir 170 juta dolar AS.
Roman adalah putra dari legislator Rusia Valery Seleznev. Sang ayah mengatakan bahwa hukuman tersebut tidak sah dan menilai bahwa putranya telah diculik.
"Ini adalah hukuman yang disahkan oleh pemakan manusia. Anak saya diculik," kata Valery Seleznev seperti dikabarkan
BBC akhir pekan ini.
Seleznev, anggota majelis rendah legislatif Rusia yang dikenal sebagai Duma, adalah sekutu Presiden Rusia Vladimir Putin.
"Anak saya disiksa karena dipenjara di negara asing setelah diculik. Dia tidak bersalah," lanjutnya.
Seleznev, anggota Partai Demokratik Liberalis Nasional (LDPR), menambahkan bahwa dia memandang hukuman tersebut sebagai hukuman seumur hidup karena anaknya tidak akan pernah bertahan selama 27 tahun di penjara.
Sementara itu, menurut Departemen Kehakiman Amerika Serikat, antara tahun 2009 dan 2013, Seleznev menyusup ke sistem penjualan eceran dan menginstal perangkat lunak berbahaya yang memungkinkannya mencuri jutaan nomor kartu kredit dari lebih dari 500 bisnis Amerika dan 3.700 lembaga keuangan.
Dia kemudian mengirim data ke server yang dia kendalikan di Rusia, Ukraina dan McLean, Virginia. Seleznev dibawa ke tahanan pada bulan Juli 2014 di Maladewa dan laptopnya saat itu berisi lebih dari 1,7 juta nomor kartu kredit curian. Bukti menunjukkan ia mendapatkan puluhan juta dolar dari skema tersebut.
Banyak bisnis yang dia targetkan adalah usaha kecil, termasuk Broadway Grill di Seattle, yang terpaksa bangkrut menyusul serangan cyber tersebut.
[mel]