Berita

Valery Seleznev/BBC

Dunia

Legislator Rusia Berang Putranya Dibui 27 Tahun Di AS

SABTU, 22 APRIL 2017 | 15:08 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Seorang anggota Parlemen Rusia marah setelah putranya dijatuhi hukuman 27 tahun penjara karena kejahatan cyber terkait peretasan di Amerika Serikat.

Ia adalah Roman Valeryevich Seleznev, berusia 32 tahuh. Ia divonis pada bulan Agustus lalu karena mencuri data kartu kredit dari restoran AS sehingga menyebabkan kerugian hampir 170 juta dolar AS.

Roman adalah putra dari legislator Rusia Valery Seleznev. Sang ayah mengatakan bahwa hukuman tersebut tidak sah dan menilai bahwa putranya telah diculik.


"Ini adalah hukuman yang disahkan oleh pemakan manusia. Anak saya diculik," kata Valery Seleznev seperti dikabarkan BBC akhir pekan ini.

Seleznev, anggota majelis rendah legislatif Rusia yang dikenal sebagai Duma, adalah sekutu Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Anak saya disiksa karena dipenjara di negara asing setelah diculik. Dia tidak bersalah," lanjutnya.

Seleznev, anggota Partai Demokratik Liberalis Nasional (LDPR), menambahkan bahwa dia memandang hukuman tersebut sebagai hukuman seumur hidup karena anaknya tidak akan pernah bertahan selama 27 tahun di penjara.

Sementara itu, menurut Departemen Kehakiman Amerika Serikat, antara tahun 2009 dan 2013, Seleznev menyusup ke sistem penjualan eceran dan menginstal perangkat lunak berbahaya yang memungkinkannya mencuri jutaan nomor kartu kredit dari lebih dari 500 bisnis Amerika dan 3.700 lembaga keuangan.

Dia kemudian mengirim data ke server yang dia kendalikan di Rusia, Ukraina dan McLean, Virginia. Seleznev dibawa ke tahanan pada bulan Juli 2014 di Maladewa dan laptopnya saat itu berisi lebih dari 1,7 juta nomor kartu kredit curian. Bukti menunjukkan ia mendapatkan puluhan juta dolar dari skema tersebut.

Banyak bisnis yang dia targetkan adalah usaha kecil, termasuk Broadway Grill di Seattle, yang terpaksa bangkrut menyusul serangan cyber tersebut. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya