Berita

Bekas penembakan/BBC

Dunia

Pelaku Penembakan Polisi Di Perancis Punya Sederet Catatan Kriminal

SABTU, 22 APRIL 2017 | 11:52 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pelaku penembakan seorang polisi di Champs Elysees berhasil diidentifikasi. Ia adalah seorang pria bernama Karim Cheurfi.

Cheurfi diketahui menggunakan senapan Kalashnikov untuk membunuh petugas polisi tersebut dengan dua peluru ke kepala sebelum akhirnya tewas ditembak.

Jaksa Perancis menyebut bahwa Cheurfi merupakan orang dengan serangkaian catatan kriminal.


Cheurfi yang lahir di pinggiran Livry-Gargan Perancis pada tahun 1977 pernah dipenjara empat kali karena percobaan pembunuhan, kekerasan dan pencurian.

Pada bulan April 2001, saat mengemudikan mobil curian, dia menembaki dan melukai dua orang yang telah mengejarnya, salah satunya adalah petugas polisi yang mengenakan pakaian polos.

Ia terakhir muncul dari penjara pada bulan Oktober 2015 dan tinggal di pinggiran timur Chelles.

Insiden penembakan terbaru terjadi padaamis malam pekan ini. Ia mengemudikan Audi ke daerah Champs Elysees dan melaju ke sebuah bus polisi yang diparkir di jalan. Ia keluar dari mobil dan melepaskan tembakan ke jendela pengemudi bus dan menewaskan seorang perwira polisi di dalamnya.

Cheurfi kemudian berkeliling bus dan menembaki dua petugas polisi yang ditempatkan di luar kantor turis Turki. Keduanya terluka.

Petugas yang lain pun akhirnya melepaskan tembakan dan pelaku tewas di tempat.

BBC
mengabarkan bahwa ditemukan catatan terkait dengan kelompok militas ISIS di dekat jasadnya. Namun polisi masih menyelidiki hal ini lebih lanjut. Namun pengacaranya menggambarkannya sebagai orang yang rapuh secara psikologis. Sedangkan tetangganya mengatakan bahwa Cheurfi tidak pernah menunjukkan ketertarikan pada agama. [mel]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya