Berita

Jaya Suprana/net

Jaya Suprana

Kemenangan Seluruh Rakyat Jakarta

SABTU, 22 APRIL 2017 | 07:40 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SEMENTARA Mabes TNI akan tempuh jalur hukum menuntut wartawan asing bikin berita fitnah tentang Panglima TNI restui kudeta, Wapres Jusuf Kalla memprotes sejumlah media asing memberitakan kemenangan Anies-Sandi sebagai kemenangan kelompok Islam garis keras.  

JK bahkan memprotes pemberitaan itu langsung kepada Wakil Presiden Amerika Serikat, Mike Pence. "Tadi saya ketemu Wakil Presiden Mike Pence saya bilang bahwa tidak adil ini media luar karena yang menang yang banyak didukung oleh teman-teman organisasi Islam dan sebagainya dianggap garis keras yang menang," ujarnya saat memberikan sambutan dalam peluncuruan buku Takziah Muhammadiyah untuk KH A Hasyim Muzadi di Kantor PP Muhammadiyah, Menteng Raya 62, Jakarta, Kamis (20/4).

Kepada Pence, JK menyebut bahwa sosok Anies Baswedan merupakan cerminan tokoh Islam moderat yang paling lembut.  Menurutnya, siapapun yang terpilih dalam proses demokrasi merupakan cermin demokrasi itu sendiri. Pemenangnya, kata JK adalah demokrasi itu sendiri. "Siapapun apakah itu dipilih mau ringan atau keras tetap demokrasi. Tidak ada bedanya. Mudah-mudahan semua dapat dipahami bahwa yang menang itu demokrasi. Kita hormati semuanya," pungkasnya.


Sejumlah media asing menulis bahwa kemenangan Anies-Sandi versi hitung cepat merupakan kemenangan kelompok Islam garis keras atas kelompok moderat. Salah satunya, media asal Amerika Serikat, Wall Street Journal, yang menulis Anies-Sandi menang karena didukung Islam garis keras.  Kenyataan bahwa yang menolak pemberitaan media asing menyebut kemenangan Anies-Sandi sebagai kemenangan kelompok Islam radikal kebetulan adalah seorang tokoh wakil presiden yang beragama Islam membuka peluang untuk menyatakan bahwa penolakan tersebut tidak obyektif.

Maka dalam kesempatan ini saya sebagai seorang rakyat Indonesia yang kebetulan bukan pejabat dan bukan muslim menyatakan bahwa pemberitaan kemenangan Anies-Sandi sebagai kemenangan kelompok Islam garis keras merupakan karya jurnalistik garis tidak tabayyun. Namun saya  dapat mengerti bahwa media asing tidak tabayyun sebab sebagai bukan media Indonesia wajar apabila mereka tidak mengerti apalagi menunaikan jurnalistik tabayyun.

Media yang paham jurnalistik tabayyun pasti sadar kenyataan bahwa kemenangan Anies-Sandi bukan kemenangan kelompok agama tertentu belaka sebab para pendukung Anies-Sandi bukan terbatas umat agama Islam namun juga Kristen, Hindu, Buddha, Konghucu termasuk juga aliran kepercayaan .

Terasa kurang tepat mengatagorikan para tokoh nasionalis seperti Hashim Djojohadikusumo, Kwik Kian Gie, Lieus Sungkharisma,  Hary Tanoesoedibyo, Kobalen sebagai kaum Islam garis keras. Media tabayyun pasti  memberitakan kenyataan bahwa kemenangan Anies-Sandhi lebih benar disebut kemenangan rakyat Jakarta yang tidak setuju penggusuran rakyat  secara melanggar hukum, HAM, Agenda Pembangunan Berkelanjutan, sila-sila Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.  

Media aliran jurnalistik tabayyun pasti memberitakan berdasar kenyataan bahwa kemenangan Anies-Sandi bukan kemenangan terbatas sekelompok kelompok tertentu belaka, namun kemenangan seluruh rakyat Jakarta. Jangan pecah belah rakyat Jakarta!  

Penulis adalah anggota Dewan Penasehat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI)

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Manusia Nusantara dan Karakteristiknya

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:59

Diduga Terlibat Korupsi, Wali Kota Pematangsiantar Dilaporkan ke KPK

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:40

Telkom Bidik Peluang AI di Berbagai Sektor Industri Lewat Alcosystem

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:20

Bahlil: Bagi Golkar, Kosgoro ‘Seng Ada Lawan’

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:57

Film Pesta Babi Dianggap jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:33

Banyak Orang Cemas dengan Ekonomi Indonesia, Chatib Basri jadi Solusi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:15

Membongkar Jaringan Korupsi Terstruktur Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:55

Penangkapan 320 WNA Jaringan Judol jadi Kado Manis Hari Bhayangkara

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:30

Kasus Silmy Karim Harus jadi Momentum Reformasi Total Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:10

Purbaya Bantah Isu Mundur dari Menkeu: Saya Lebih Suka Maju!

Sabtu, 06 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya