Berita

PGN Perluas Pelayanan Ke Gedung Perkantoran MD Place

SABTU, 22 APRIL 2017 | 07:28 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) terus melebarkan jaringan infrastruktur pipa gas bumi di berbagai daerah. Kali ini, PGN memasok energi bersih dan paling efisien tersebut ke gedung perkantoran MD Place.

MD Place berlokasi di kawasan CBD Jalan Setiabudi Selatan. Pasokan gas ditujukan kepada berbagai tenant (penyewa) di MD Place, seperti restoran, food court dan coffe shop.

"Bulan ini tenant-tenant di MD Place sudah bisa menggunakan gas bumi PGN yang bersih dan memberikan efisiensi dibandingkan bahan bakar lainnya," kata Sales Area Head Jakarta PGN, Sabaruddin, di Jakarta, Kamis (20/4).


"Komitmen PGN akan terus memperluas infrastruktur dan pemanfaatan gas bumi yang diproduksi dari perut bumi Indonesia, alias tanpa impor," tambah Sabaruddin.

General Manager MD Place, Arief Nuryanto, mengatakan, salah satu pertimbangan pihaknya memilih PGN sebagai penyedia gas adalah sisi harga yang lebih ekonomis, dan pasti lebih aman karena tidak diperlukan lagi gudang gas yang memiliki risiko keamanan cukup besar.

"Kami percaya dengan pengalaman dan profesionalisme PGN yang telah terbukti dalam memberikan service premium kapada seluruh pelangggannya," ujar Arief .

Sampai sekarang, PGN telah memasok gas bumi ke lebih dari 1.652 industri besar dan pembangkit listrik, 1.929 pelanggan komersial (hotel, restoran, rumah sakit) dan Usaha Kecil Menengah (UKM), dan 204.000 pelanggan rumah tangga.

Selain DKI Jakarta, pelanggan PGN tersebar di berbagai wilayah mulai dari Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara dan Sorong Papua.

Total panjang pipa PGN saat ini lebih dari 7.200 km atau setara 80 persen pipa gas bumi di seluruh Indonesia. [ald]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya