Berita

Ate/Net

Jaya Suprana

Kaum Goltam Pilih Ate

SABTU, 22 APRIL 2017 | 05:19 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

PADA pagi hari Kamis 19 April 2017 sebagai hari penyelenggaraan putaran dua pemilihan kepala daerah khusus istimewa Jakarta, mendadak beredar sebuah surel terbuka ditujukan kepada Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama dengan judul "PILIHAN POLITIK"  dengan isi sebagai berikut:

"Pak Anis dan pak Ahok, dengan lega dan bangga, saya menyatakan, saya telah menggunakan hak politik untuk menentukan pilihan pribadi dalam Pilkada DKI 2017 yaitu Ahmad Taufik."

Surel terbuka tersebut ditebarluaskan di dunia maya oleh para tokoh pejuang kemanusiaan dan kerakyatan seperti Sandyawan Sumardi, Mujtahid Hashem, Hadi Joban, Evi Mariani Sofian, Elisa Sutanudjaja, Marco Kusumawijaya, Isnu Handono, Roy Murtadho, Bilven Sandalista, Fransiskus Xaverius Angga, Theresia Ajeng Ahimsa, Sri Suryani, Ivana Felicia, Nining Inovasia.


Surel terbuka tersebut menjadi kontroversial campur misterius beraroma horor sebab Ahmad Taufik adalah seorang calon calon gubernur yang tidak lolos babak penyaringan awal pilkada DKI Jakarta sekaligus sudah almarhum.

Wartawan senior sekaligus salah satu pendiri Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Ahmad Taufik menghembuskan nafas terakhirnya pada tanggal 23 Maret 2017. Pria yang akrab disebut Ate ini meninggal di usia yang ke-51 tahun di RS Medistra. Ate lahir di Jakarta, 12 Juli 1965. Selama mahasiswa, Ate aktif memperjuangkan hak-hak rakyat serta pembelaan terhadap hak-hak sosial, ekonomi, politik dan hak asasi warga tertindas.

Ate juga aktif dalam pers mahasiswa. Ate memulai karier jurnalistik di Majalah Bulanan Generasi Muda Islam Estafet dan sempat bekerja untuk Majalah Berita Mingguan TEMPO. Sederet prestasi pernah diterima Ate, salah satunya memenangkan beberapa lomba dan anugerah jurnalistik pada tahun 2008, 2009, 2010 dan penghargaan Mochtar Lubis Award bidang penulisan Pelayanan Publik 2011.

 Ate juga dikenal pernah mengarang beberapa judul buku. Selain itu, ia pernah 40 hari meliput di perbatasan Pakistan-Afganistan pada saat Amerika Serikat menyerang Pemerintahan Taliban di Afganistan tahun 2001 hingga meliput pemilihan umum di Irak, 24 Januari - 1 Maret 2005.
Selama menjadi advokat, Ate aktif membela orang-orang yang disingkirkan karena diskriminasi agama, rakyat miskin, dan orang-orang dizalimi. Dalam dunia advokasi dan pembelaan kemanusiaan, Ate juga bergabung dalam Koalisi Advokat Internasional untuk pembelaan hak-hak bangsa Palestina.

Pada hakikatnya yang dilakukan para tokoh kemanusiaan pada pilkada putaran dua Jakarta 2017 itu bukan golput (golongan putih) namun goltam (golongan hitam). Sebab memilih calon yang tidak masuk daftar resmi palon bahkan sudah almarhum. Bahwa para tokoh kemanusiaan  ternyata memilih bersikap goltam jelas merupakan sesuatu misteri yang memicu kontroversi.

Tampaknya para pejuang kemanusiaan sudah terlalu dikecewakan para pilkada masa lalu sehingga memilih untuk tidak memilih para calon yang resmi dipilih oleh KPUD Jakarta namun sengaja memilih sikap untuk memilih seorang calon pilihan mereka sendiri yang bahkan sudah almarhum namun lebih bisa mereka percaya .

Insya Allah, mas Anies Baswedan dan mas Sandiaga Uno sebagai palon yang berdasar quick count telah terpilih oleh rakyat Jakarta untuk menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta masa bakti 2017-2022 berkenan tabayyun untuk berdialog dengan para tokoh kemanusiaan yang memilih sikap untuk tidak memilih Anies-Sandi demi memperoleh masukan bahan introspeksi diri agar dapat berupaya memenuhi harapan para tokoh pejuang kemanusiaan yang memilih sikap goltam untuk memilih almarhum Ahmad Taufik. [***]

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajar Kemanusiaan serta Pusat Studi Kelirumologi

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya