Berita

Basuki Tjahaja Purnama/Net

Politik

Sebetulnya, Ini Yang Membuat Ahok Terjerembab

KAMIS, 20 APRIL 2017 | 00:56 WIB | OLEH: ADE MULYANA

Berbagai analisa mencoba mengaitkan kekalahan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta dengan kebangkitan sektarianisme. Disebutkan, bahwa kemenangan Anies Baswedan ditopang oleh isu agama.

Analisa seperti itu umumnya disampaikan oleh kalangan yang mendukung Ahok.

Analisa ini bersifat a-historis, dan secara implisit memotong rantai sejarah kepemimpinan Ahok di Jakarta. Seolah-olah Ahok baru berkuasa di Jakarta beberapa bulan lalu, sebelum rangkaian pemilihan gubernur dimulai.


Ahok jelas bukan seorang Muslim, dan Ahok jelas keturunan Tionghoa. Tetapi mengatakan bahwa Ahok kalah karena kedua hal itu, jelas tidak bijaksana.

Bukankah tak sedikit tokoh Tionghoa dan bukan Muslim yang tidak mendukung, bahkan mengecam Ahok dalam banyak kesempatan. Ada nama Lieus Sungkharisma, Kwik Kian Gie dan Zeng Wei Jian alias Kenken.

Ahok kalah karena kelakuannya sendiri. Jauh sebelum dirinya terseret kasus penistaan agama, Ahok sudah memperlihatkan arogansi dan sikap kasar yang berada pada level keterlaluan.

Para pendukungnya menyebut gaya Ahok itu sebagai ketegasan. Tetapi sulit mengatakan, misalnya, sumpah serapah Ahok kepada seorang wanita tua di depan banyak orang bisa disebut sebagai ketegasan. Dan sebagainya.

Ahok kalah karena karakter kasar dan beringasan serta mulutnya yang tak sungkan memaki.

Ahok juga kalah karena kebijakannya membela pengusaha raksasa, dan di saat bersamaan meminggirkan rakyat kecil.

Ahok kalah karena terlihat jelas penguasa memberikan perlindungan khusus kepada dirinya. Dari mulai soal penggusuran dan reklamasi, sampai dalam persidangan kasus penistaan agama yang menjadikannya terdakwa.

Pernyataan Jaksa Penuntut Umum (JPU) bahwa tuntutan untuk Ahok belum selesai diketik dalam persidangan pekan lalu, adalah salah satu momentum penting dalam cerita kekalahan Ahok. Drama ini memperlihatkan kepada masyarakat secara terang benderang betapa mudahnya hukum dipermainkan demi menyelamatkan Ahok.

Pembagian sembako yang dilakukan kubu Ahok di hari tenang, juga memperlihatkan kepongahan yang luar biasa.

Kalau kita bicara soal SARA dalam pilkada Jakarta, bukankah justru Ahok yang lebih dahulu dan kerap membawa-bawa isu ini. Ahok dan timnya dengan “cerdas” menciptakan opini bahwa siapapun yang tidak mendukung Ahok pastilah karena Ahok adalah Tionghoa dan non-Muslim.

Padahal, Ahok tidak disuka karena sifat kasar dan arogannya tadi. [dem]

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya