Berita

Pertahanan

Ayo Perempuan Indonesia Bersatu Cegah Radikalisme dan Terorisme

RABU, 19 APRIL 2017 | 09:51 WIB | LAPORAN:

Penyebaran paham radikal terorisme tidak hanya menyasar kaum laki-laki dan generasi muda, tetapi juga telah menjadikan kaum perempuan sasaran propaganda mereka.

Karena itu, perempuan Indonesia harus bersatu, bangkit, dan melek teknologi untuk membendung ancaman radikalisme dan terorisme.

"Penyebaran paham radikal terorisme di kalangan perempuan sudah sangat lumayan butuh perhatian. Artinya, bila kita ingin Indonesia aman dan tenteram, kaum perempuan pun harus ikut bergerak, bersatu, dan bekerja keras dalam memerangi paham negatif tersebut," ujar Ketua Fatayat NU Anggia Ermarini di Jakarta.


Menurut Anggia, ada banyak cara yang bisa dilakukan kaum perempuan dalam memerangi radikalisme dan terorisme. Pertama, seorang perempuan adalah seorang ibu yang merupakan orang pertama yang bisa menanamkan nilai-nilai agama islam yang sebenarnya yaitu islam yang ramah, islam yang rahmat bagi semua, serta nilai kebangsaan kepada anak-anaknya, sejak dini.

Dengan memiliki pemahaman agama dan kebangsaan yang benar sejak kecil, otomatis seorang anak akan lebih kebal dalam menghadapi penyebaran paham radikal terorisme.

"Makanya Fatayat NU sedang mengembangkan dakwah berbasis keluarga. Kami juga terus membekali dan memperdalam para dai-dai wanita tentang pengetahuan dan ancaman radikalisme terorisme dan bertepatan dengan Hari Kartini, 21 April besok, kami akan melantik 1000 daiyah Anti Radikalisme Fatayat NU di Bandung," jelas Anggi.

Anggia menegaskan, langkah itu dilakukukan sebagai perwujudan kaum perempuan terutama Fatayat NU dalam membantu pemerintah dalam pencegahan radikalisme dan terorisme. Apalagi faktanya, akhir-akhir ini kalangan terorisme menjadikan kaum perempuan sebagai 'martil' atau 'pengantin' untuk melakukan aksi terorisme. Kondisi ini sangat memprihatinkan dan butuh perhatian besar dalam mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Contoh perempuan yang jadi martil terorisme adalah kasus bom Panci di Bekasi dengan tersangka Dian Yulia Novi. Kemudian juga ada TKI yang dipulangkan dari Taiwan karena terindikasi dengan ISIS.

"Inilah yang membuat perempuan Indonesia tidak boleh berdiam diri. Ada banyak hal yang bisa dilakukan kaum perempuan untuk berperan aktif dalam pencegahan terorisme seperti mengambil peran besar dalam mengedukasi masyarakat dari ancaman terorisme," urai Anggia.

Fatayat NU sendiri telah memiliki jamaah ribuan yang tersebar dari desa sampai kota. Dengan jumlah anggota itu, Anggia optimistis Fatayat NU bisa memberikan kontribusi positif dengan memberikan edukasi yang signifikan di tengah lingkungan atau komunitasnya masing-masing. Selain itu, mereka juga dibekali keterampilan tentang cara-cara mendeteksi bila ada gerakan-gerakan berbau radikalisme dan terorisme di masyarakat.

Anggia melanjutkan, deteksi di lingkungan dan komunitas masing-masing itu bisa dijalankan kader-kader Fatayat NU yang berada di grassroot. Kalau itu berjalan baik, ia yakin pencegahan radikalisme dan terorisme bisa lebih efektif.

"Selama ini, bila ada gerakan di RT/RW masing-masing, atau ada yang ingin mengganti azas negara menjadi daulah, kita belum punya keterampilan untuk meresponnya. Nantinya dengan adanya daiyah anti radikalisme itu, hal-hal semacam ini akan lebih mudah diantisipasi," tuturnya.[wid]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya