Berita

Politik

Megawati: Persatuan Dan Perdamaian Syarat Mutlak Bagi Masa Depan Yang Gemilang

SELASA, 18 APRIL 2017 | 15:56 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

RMOL. Persatuan dan perdamaian adalah syarat mutlak bagi masa depan dunia yang gemilang.  Tanpa persatuan dalam keberagaman, tidak mungkin ada kemerdekaan. Dan tanpa perdamaian, kemerdekaan kehilangan makna sejatinya.

"Saat keberagaman sebagai hal kodrati dihancurkan, niscaya kepahitan, kesengsaraan dan penderitaan yang justru akan menimpa kita semua," kata Presiden RI ke-5, Megawati Soekarnoputri, saat menyampaikan pidato dalam acara peringatan KAA di Istana Negara, Jakarta (Selasa, 18/4).

Megawati bercerita, tahun kemarin, dengan dimotori Arsip Nasional Republik Indonesia dan beberapa lembaga arsip negara KAA, arsip pidato Bung Karno beserta arsip Konferensi Asia Afrika 1955 lainnya, berhasil ditetapkan sebagai Memory of The World oleh UNESCO. Ditetapkannya Arsip Konferensi Asia Afrika sebagai Memory of The World oleh UNESCO, bukan untuk pencitraan, tapi untuk menghidupkan kembali ikatan emosional, ikatan solidaritas dan toleransi bagi kita yang hidup di abad 21 ini.


"Hal ini juga bermakna bahwa dunia mengakui  saripati gagasan, ide, dan tindakan politik bersama para pendiri bangsa Asia Afrika. Dunia mengakui KAA penting dan berguna bagi kehidupan, serta keberlangsungan peradaban dunia masa sekarang dan akan datang," kata Megawati.

Ia berharap dapat kembali bertemu, namun bukan untuk perayaan seremonial Konferensi Asia Afrika 1955. Sudah saatnya kini memikirkan dengan serius untuk mengadakan Konferensi Asia Afrika berikutnya.

"Sudah saatnya kita mengevaluasi berbagai problem akibat globalisasi dan pasar bebas. Saya yakin tidak ada yang tidak terkoneksi dewasa ini. Semua saling terkait. Saatnya kita berani melakukan otokritik, sekaligus membangun dialektika, dengan menggunakan peristiwa sejarah KAA 1955 sebagai pisau analisa," kata Mega.

"Mari kita duduk bersama untuk merumuskan dan menyepakati definisi serta pemahaman berbagai problem yang lahir di abad 21 ini. Putuskan bersama langkah dan strategi, serta solusi. Jalankan bersama Dasa Sila Bandung secara konsekuen, transparan dan berkelanjutan oleh seluruh bangsa Asia Afrika," sambungnya.

Megawati menegaskan jufga bahwa kemerdekaan tidak cukup dirayakan. Kemerdekaan hadir melekat dengan tanggung jawab  mengisi kemerdekaan tersebut. Bukan lagi perang fisik yang harus ditempuh. Sebab bukan watak bangsa merdeka, jika tidak mampu melahirkan manajemen konflik yang berkeadaban. Bukan ciri manusia berjiwa merdeka, jika menyelesaikan persoalan dengan intimidasi, teror dan senjata.

"Kita harus berani tegas, kita harus berani bersikap, kita harus sekuat-kuatnya, sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya berjuang mempertahankan keberagaman yang dianugerahkan oleh Tuhan. Tentu dengan memilih cara dan jalan damai, karena sejatinya hidup berdampingan dalam harmoni hanya dapat terwujud jika diperjuangkan bersama seluruh umat manusia," demikian Megawati. [ysa]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya