Berita

Yosep Adi Prasetyo/Net

Politik

Ketua Dewan Pers Sambut Baik Lahirnya SMSI

SELASA, 18 APRIL 2017 | 08:26 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Karena jadwal yang begitu padat, Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo tidak bisa hadir dalam peluncuran Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) yang diselenggarakan di Pusat Studi Kelirumologi, Mall of Indonesia, Kelapa Gading, kemarin (Senin, 17/4).

Sedianya, pria yang kerap disapa Stanley ini ikut menjadi pembicara pengantar peluncuran SMSI, bertema Kekeliruan "Kebebasan Kebablasan: Menyusun Disain Komunikasi Politik yang Sehat".

Pembicara lain dalam diskusi itu adalah Deputi IV Staf Kantor Kepresidenan Eko Sulistyo, budayawan Jaya Suprana, dan pakar komunikasi politik Hendri Satrio. Moderator dalam diskusi itu adalah wartawan senior dan Ketua bidang Daerah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Atal S. Depari.


Pagi ini (Selasa, 18/4), dalam pesan yang disampaikannya kepada Ketua Umum SMSI, Teguh Santosa, Stanley mengatakan dirinya menyambut baik kehadiran SMSI, dan mendorong SMSI segera mendaftarkan diri sebagai konstituen Dewan Pers.

"Segera daftarkan (SMSI) sebagai konstituen baru ke Dewan Pers. Saya menyambut baik lahirnya SMSI," tulis Stanley.

Dalam peluncuran SMSI, Teguh mengatakan bahwa organisasi perusahaan media massa berbasis internet itu telah didirikan pada 21 Maret 2017 lalu. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga SMSI juga sudah dicatatkan di notaris dan kini sedang dalam proses pembuatan badan hukum organisasi.

"Kini kami sudah memiliki dan sedang menyusun pengurus di 27 provinsi," ujarnya.

SMSI didirikan oleh pemilik dan pengelola media siber di Jakarta dan di beberapa provinsi, dimaksudkan untuk membantu perusahaan media siber menjadi profesional, kompeten dan bermartabat.

"Menurut kami cara terbaik menyehatkan demokrasi kita, termasuk memerangi berita bohong dan ujaran kebencian adalah dengan membantu perusahaan media siber bisa profesional, kompeten dan bermartabat," kata Teguh lagi.

Adapun Deputi IV Kantor Staf Kepresidenan Eko Sulistyo mengatakan, perusahaan media siber yang profesional sangat dibutuhkan untuk membangun pondasi demokrasi yang kuat.

"Kami tentu menyambut baik kehadiran SMSI dan berharap SMSI dapat memperkuat media-media siber di Indonesia sehingga demokrasi yang kita miliki tidak mundur," ujarnya. [rus]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya