Berita

Foto/Net

Pertahanan

Neta S Pane: "Bom Mobil" Cawang Harus Segera Diungkap

SENIN, 17 APRIL 2017 | 10:55 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Indonesian Police Watch (IPW) mendesak Polri harus segera menurunkan Detasemen Khusus 88 (Densus 88) Mabes Polri untuk memburu pelaku dan pemilik "bom mobil" yang gagal meledak di Cawang, Jakarta Timur, Sabtu malam (15/4).

Pasalnya, hingga saat ini belum terlihat ada keseriusan dari jajaran Polda Metro Jaya untuk mengungkap kasus "bom mobil" tersebut.

Ketua Presidium IPW, Neta S Pane menilai aksi teror "bom mobil" yang gagal di Cawang itu dilakukan teroris dengan tingkat kesadisan yang luar biasa.


Mobil tanpa plat nopol itu diisi dengan sejumlah jirigen berisi bensin, yang kemudian diduga dibakar dan dibiarkan berjalan menuju massa yang sedang melakukan pengajian. Untungnya manuver mobil tersebut berhasil digagalkan, jika tidak tentu akan banyak massa yang jadi korban.

"Densus 88 harus menyelidiki secara serius, apakah aksi teror ini dilakukan kelompok lama atau kelompok baru," kata Neta, Senin (17/4).

Jika mencermati aksi teror selama ini, lanjut dia, kelompok lama tidak pernah melakukan teror dengan menggunakan mobil berisi jiregen bensin yang kemudian dibakar dan dibiarkan berjalan ke arah massa untuk diledakkan. Selama ini kelompok lama hanya menggunakan mobil untuk bom bunuh diri atau bom mobil seperti di Bali.

Jelas Neta, "bom mobil" Cawang merupakan modus baru dalam sejarah terorisme di negeri ini. Sepertinya ada kelompok teror baru yang hendak menciptakan bom molotov raksasa di Cawang.

"Densus 88 harus memburu kelompok ini. Jika tidak dikhawatirkan modus "bom mobil molotov raksasa" ini akan menjadi tren yang diikuti kelompok kelompok lain untuk membuat kekacauan di tengah tengah massa," ungkapnya.

Menurut Neta, Densus 88 sebenarnya gampang untuk memburu pelaku dan pemilik mobil tersebut, dengan cara melihat nomor casis mobil. Hal yang sama pernah dilakukan Polri saat memburu pelaku Bom Bali I.

"Kasus " bom mobil molotov raksasa" ini harus segera diungkap motifnya, apakah ingin membuat teror atau ingin memprovokasi umat Islam yang sedang melakukan pengajian," ujarnya.

IPW sangat menyayangkan jika Polda Metro Jaya terkesan lamban mengungkap kasus ini karena dikhawatirkan modusnya bisa ditiru kelompok teror lain, mereka tidak perlu menggunakan bahan peledak tapi cukup membawa puluhan jirigen bensin dan masukkan ke dalam mobil, lalu mobil dibakar dan pasti akan menyebabkan ledakan besar.

"Inilah yang perlu diantisipasi Polri agar kasus serupa tidak terulang," tukas Neta S Pane. [rus]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya