Berita

Sandiaga Uno/Net

Nusantara

Sandi Tajir & Royal

Habiskan 80 Miliar Untuk Kampanye
SENIN, 17 APRIL 2017 | 08:20 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kemarin, kedua tim pemenangan cagub cawagub melaporkan dana kampanye pada Pilgub DKI putaran kedua. Pasangan Ahok-Djarot melaporkan dana kampanye sebesar Rp 31,7 miliar, adapun Anies-Sandi Rp 18 miliar yang 90 persen di antaranya berasal dari kantong pribadi Sandi. Jika ditotal dana kampanye putaran pertama dan kedua pasangan Anies-Sandi Rp 82 miliar.

Sandi menyampaikan, dari total Rp 18 miliar yang terkumpul, dana yang terpakai sebesar Rp 17,6 miliar. Sisanya sebesar Rp 150 juta yang akan diberikan kepada fakir miskin dan anak yatim. Dari mana sumber dana tersebut? Sandi masih menjadi penyumbang terbesar yakni hampir 89 persen atau sekitar Rp 16 miliar. Kemudian diikuti badan hukum swasta 8 persen atau sekitar Rp 1,5 miliar dan saldo awal sekitar Rp 553 juta. "Dana yang ada untuk kampanye sumber dari badan hukum dapat dipertanggungjawabkan dan jelas asal-usulnya. Dan pengelolaannya dilakukan secara transparan," kata dia di Pusat Pemenangan Sandiaga Uno, di Melawai, Jakarta Selatan, Sabtu (15/4) malam.

Sementara, untuk dana kampanye tersebut tidak termasuk untuk dana swadaya yang dikeluarkan warga, karena tidak tercatat. "Banyak swadaya warga yang tidak tercatat misalnya utuk program OK OCE, Harga OK," katanya. Selain itu, Anies-Sandi juga memberikan data soal dana kampanye pada putaran pertama. Mereka mendapatkan Rp 65,3 miliar untuk putaran pertama dan telah digunakan Rp 64,7 miliar. Dengan demikian, Anies-Sandi menggunakan total 82,6 miliar untuk keseluruhan kampanye Pilgub DKI baik putaran pertama maupun putaran kedua dari total penerimaan sebesar Rp 82,8 miliar.


Sementara pasangan Ahok-Djarot menghabiskan dana Rp 31,7 miliar selama kampanye putaran kedua berlangsung. Dana berasal dari Rp 27,7 miliar yang berhasil dihimpun dan Rp 4,8 miliar dari sisa uang kampanye putaran pertama. Bendahara Timses Ahok-Djarot, Charles Honoris mengatakan, dari keseluruhan pemasukan ada Rp 103,8 juta yang tidak bisa dipakai. Uang itu tidak bisa dipakai karena tidak dilengkapi dokumen berupa formulir pernyataan penyumbang yang dikeluarkan KPU DKI Jakarta.

Pengeluaran terbesar selama kampanye yaitu untuk keperluan operasional kampanye. Pengeluaran dipakai untuk keperluan seperti pengadaan alat peraga, penyebaran bahan kampanye, pertemuan terbatas, pembuatan dan biaya operasional di posko-posko, transportasi dan akomodasi. "Kita menghabiskan dana terbesar untuk biaya operasional kegiatan kampanye," kata Charles di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, kemarin. ***

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya