Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Kontestasi Politik Jabar Lebih Komplek, Jangan Samakan Dengan DKI

MINGGU, 16 APRIL 2017 | 11:29 WIB

Dalam pertarungan politik tidak ada yang tidak terorganisir. Semua proses politik dibangun dengan sistem untuk mencapai suatu kepentingan dari politik itu sendiri.

Direktur Eksekutif Lingkar Kajian Komunikasi dan Politik Adiyana Slamet mengatakan, kontestasi politik di Jawa Barat akan lebih kompleks dibandingkan Jakarta DKI saat ini.

"Karena di Jabar, kita akan melihat kondisi secara geografis dan kondisi secara demografis, dim ana kedua kondisi tersebut yang membuat satu gambaran antara daerah pegunungan dan daerah pesisir terhadap kondisi masyarakatnya itu sendiri," tutur Adiyana saat memberikan materi Diskusi sambi ngopi yang bertemakan "Memperkuat Identitas Politik Lokal Jawa Barat" yang diadakan oleh Landscape Politik Lokal Indonesia terasnya Politik Anak Muda di Cafe Armor Kopi Bandung, kemarin.


Di pegunungan, ada yang dinamakan masyarakat berbasis Islam, dan nasionalis. Begitu pula dengan daerah pesisir.

"Dan siapapun calon yang mempunyai karakteristik yang bisa dimunculkan di daerah tersebut akan bisa memenangkan kontestasi politik di Jabar," tuturnya seperti dikutip RMOLJabar.Com.

Kemudian untuk dipahami di Jawa Barat, ada tiga suku yang mendominasi yaitu, Sunda, Jawa dan Betawi.

"Karena memang tiga suku ini juga yang merupakan suatu hal yang strategis untuk dimenangkan dalam memperoleh suara pada pemilihan nanti," tandasnya.[wid]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya