Berita

Rak makanan ringan kentang kosong/RT

Dunia

Krisis Kentang, Harga Makanan Ringan Jepang Ini Melonjak Enam Kali Lipat

SABTU, 15 APRIL 2017 | 19:48 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Harga dari sebuah makanan ringan kripik kentang populer di Jepang melonjak sebanyak enam kali harga eceran karena adanya penghentian penjualan karena kekurangan pasokan kentang.

Hal itu terjadi karena adanya laporan soal panen kentang yang buruk akibat cuaca buruk, topan dan banjir yang melanda pulau utama Jepang, Hokkaido Agustus lalu. Wilayah ini menyediakan hampir 80 persen dari kentang di negara itu.

Pengiriman kentang yang dipanen tahun lalu turun 10 persen dibandingkan tahun 2015.


Hal itu berimbas pada produksi kripik kentang populer Calbee yang memiliki pangsa pasar 73 persen dari keripik kentang di Jepang.

Produsen Calbee akan berhenti sementara memproduksi 33 item total pada akhir April. Pihak produsen juga akan penjualan sejumlah produk kripik kentang dari 16 merek lainnya.

Menurut jajak pendapat yang dilakukan oleh media Asahi menemukan bahwa jajak pendapat yang dilakukan antara 10.000 konsumen dan 13 makanan ringan tahun lalu menunjukkan bahwa makanan ringan Calbee adalah makanan favorit kedua paling populer di Jepang.

Pihak produsen berupaya untuk mengatasi krisis kentang dengan cara membeli kentang dari pulau selatan Kyushu dan sejumlah daerah lainnya.

Namun pihak perusahaan menegaskan tidak akan menggunakan kentang impor dan mengandalkan produksi dalam negeri. [mel]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya