Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

AS Bisa Retas Sistem Perbankan Global?

SABTU, 15 APRIL 2017 | 14:38 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kelompok peretas Shadow Broker merilis sebuah data yang diduga dicuri dari badan intelijen Amerika Serikat NSA.

Data itu merinci soal kemampuan badan untuk melakukan peretasan pada bank-bank internasional, termasuk jaringan SWIFT, melalui Windows PC dan server yang digunakan untuk transfer keuangan global.

Rilis terbaru kelompok ini dijuluki ‘Lost in Translation'. Dalam rilis disebutkan sejumlah nama Bank seperti Qatar First Investment Bank, Dubai Gold and Commodities Exchange dan Tadhamon International Islamic Bank sebagai yang diduga dikompromikan.


Dengan kemampuan meretas tersebut, seperti dimuat BBC, AS akan mungkin bisa secara diam-diam memantau transaksi keuangan.

Menanggapi laporan ini, Swift, yang berkantor pusat di Belgia, mengatakan, "Kami tidak memiliki bukti yang menunjukkan bahwa ada yang pernah melakukan akses yang tidak sah ke jaringan atau pesan layanan kami."

Swift sendiri merupakan jaringan yang memungkinkan bank-bank global untuk memindahkan uang di seluruh dunia.

Pada jaringan Swift, bank-bank kecil sering menggunakan biro jasa untuk menangani transaksi atas nama mereka. Dokumen termasuk dalam kebocoran menyarankan setidaknya satu biro utama, EastNets, mungkin telah dikompromikan.
 [mel]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya