Berita

Nusantara

Bupati Wonogiri Ajak Perantau Di Jakarta Menangkan Badja

SABTU, 15 APRIL 2017 | 07:03 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Kebhinnekaan dan perbedaan adalah kekayaan bangsa Indonesia. Keberagaman Indonesia juga tak bisa dibuat menjadi kesamaan, dan keberagaman hanya bisa disatukan dalam wadah Negara Kesatuan.

"Sudah menjadi takdir dari Allah SWT bahwa Indonesia ini negara yang beragam namun tetap dalam kesatuan. Beda suku adalah kekayaan bangsa, tak bisa dipaksakan untuk menjadi satu suku. Yang harus dibangun adalah Bhinneka Tunggal Ika. Wayang adalah salah satu wahana membangun kebhinnekaan itu," kata Bupati Wonogiri, Joko Sutopo

Hal ini disampaikan Joko saat menyampaikan sambutan dalam acara hiburan wayang kulit lakon Bratasena Unggul dengan dalang Ki Warseno Slank, di Lapangan Cipinang Indah, Jakarta Timur, Jumat malam (14/4).


Acara wayang kulit yang prakarsai Dulure Djarot ini merupakan salah satu dari rangkaian Gebyar Wayang Kulit 2017 , setelah sebelumnya juga digelar wayang kulit dengan dalang Ki Enthus Susmono di Lapangan Parkir DPP PDP Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Gebyar wayang kulit ini dihadiri antara lain pelawak Yati Pesek sebagai bintang tamu, perwakilan Dulure Djarot Bimo Putranto, serta sejumlah tokoh masyarakat dari berbagai wilayah di Jakarta.

Dalam kesempatan ini, Joko juga mengajak warga perantau dari Wonogiri yang ada di Jakarta untuk ikut mendukung dan memenangkan Basuki-Djarot (Badja) dalam Pilkada DKI Jakarta. Sebab Djarot adalah sosok paling tepat yang ada di garda depan dalam menjaga kebhinnekaan di Jakarta ini.

"Saya bupati dari tukang jamu. Mari sedulur dari Wonogiri yang merantau di Jakarta. Kita dukung pasangan nomor urut dua," ucapnya.

Sementara itu, Dulure Djarot yang diwakili Bimo Putranto mengatakan wayang kulit adalah sarana untuk memperkuat kebhinnekaan, juga untuk memperkuat persatuan. Apalagi dalam pilkada DKI ini banyak kekhawatiran akan munculnya perpecahan.

"Kami dari Dulure Djarot ingin mengusung yang namanya pilkada damai, dan wayang kulit adalah pemersatu bangsa dan penjaga kebhinnekaan. Maka pilih Ahok-Djarot pada Pilkada DKI 19 April nanti," ujarnya.

Dalam wayangan, Ki Warseno Slank beberapa kali menyampaikan pesan bahwa saat ini banyak pihak yang bertindak seperti orang paling benar. Suka menyebarkan fitnah dan mengkafirkan orang lain. Mereka juga lebih banyak bicara namun mau enaknya sendiri tanpa bukti kerja.

"Brotoseno, saat ini banyak orang yang harus dikasih pemahaman bahwa memilih hangan keliru. Kelihatannya orangnya bersih tapi kerjaannya belum terbukti. Sebaliknya, seharusnya lihat apa yang sudah dilakukan dan buktinya. Itulah pilihan yang benar," ujarnya saat menampilkan dialektika dalam pagelaran wayang tersebut. [ysa]

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

UPDATE

Setahun BPI Danantara Berdiri Justru Tambah Masalah

Rabu, 04 Maret 2026 | 00:07

Jangan Giring Struktural Polri ke Ranah Politik Praktis

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:53

2 Kapal Tanker Pertamina dan Awaknya di Selat Hormuz Dipastikan Aman

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:35

KPK Amankan BBE dan Mobil dari OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:30

Mutasi AKBP Didik ke Yanma untuk Administrasi Pemecatan

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:09

SiCepat Ekspansi ke Segmen B2B, Retail, hingga Internasional

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:07

GoTo Naikkan BHR Ojol, Cair Mulai Besok!

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:01

Senator Dayat El: Pembangunan Indonesia Tak Boleh Tinggalkan Desa

Selasa, 03 Maret 2026 | 22:46

Kenapa Harus Ayatollah Khamenei?

Selasa, 03 Maret 2026 | 22:38

Naik Bus Pariwisata, 11 Orang Terjaring OTT Pekalongan Tiba di KPK

Selasa, 03 Maret 2026 | 22:13

Selengkapnya