Berita

Nusantara

KKP Dorong Penataan Kawasan Budidaya

SABTU, 15 APRIL 2017 | 02:11 WIB | LAPORAN:

Kondisi infrastruktur lahan budidaya tambak tradisional yang kurang tertata baik telah menurunkan tingkat produktivitas.

Karena itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan menjalin kerja sama dengan pihak terkait dalam mendorong penataan kawasan perikanan budidaya. Yakni melalui pembangunan dan perbaikan infrastruktur yang secara langsung berdampak pada peningkatan produktivitas.

Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto menjelaskan, tantangan terbesar pengembangan budidaya udang maupun ikan khususnya di kawasan tambak adalah penurunan kualitas lingkungan, sehingga memicu munculnya hama dan penyakit ikan. Salah satunya dipicu kondisi infrastruktur tambak yang buruk.


"Oleh karena itu, perencanaan dalam rangka penataan kawasan budidaya yang terintegrasi dan mengedepankan prinsip-prinsip keberlanjutan menjadi suatu keniscayaan yang harus segera dilakukan di sentra-sentra produksi budidaya air payau," jelas Slamet dalam ketrangannya, Sabtu (15/4).

Dia menambahkan, data KKP menunjukkan bahwa potensi indikatif lahan budidaya air payau di Indonesia mencapai 2,9 juta hektar dengan total pemanfaatan hingga tahun 2015 mencapai 715.846 hektar atau baru sekitar 24,14 persen. Dari data luas lahan yang dimanfaatkan, tambak tradisional masih mendominasi dengan tingkat pemanfaatan lebih dari 60 persen dari total lahan termanfaatkan.

"Tambak-tambak tradisional inilah yang butuh penataan karena cenderung memiliki infrastruktur buruk dan tata letak yang tidak beraturan. Melalui penataan kawasan budidaya yang berbasis klaster akan memungkinkan pengelolaan dan penerapan biosecurity dengan mudah," imbuh Slamet. [wah]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya