Berita

Politik

Agama Harus Jadi Jembatan Perdamaian

JUMAT, 14 APRIL 2017 | 09:20 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Agama harus menjadi jembatan untuk saling mengasihi sehingga perdamaian akan terjadi dengan bingkai akhlak sebagaimana digariskan Rasulullah SAW.

"Dan perdamaian itu bukan hanya dengan sesama muslim, tapi juga dengan selain muslim. Bila negara dalam keadaan maka umat Islam juga akan tenteram menjalan ibadah dengan khusu," kata KH Nukman Basori Alwi saat menyampaikan ceramah di hadapan sekitar 1.000 jamaah di Kepulauan Seribu (Kamis, 13/4).

Ironisnya, sambung Gus Nukman, akhir-akhir ini justru ada umat Islam yang menebar ancaman dan kebencian, dan bahkan dilakukan di dalam masjid sendiri. Kebencian ini pun diumbar hanya karena perbedaan politik dalam Pilkada DKI Jakarta.


"Beginilah kalau agama dipakai alat politik maka yang terjadi adalah hujat menghujat kepad lawan politiknya. Parahnya lagi semua ini didalangi oleh kelompok wahabi yang menginginkan Islam di nusantara ini pecah belah," ungkap Gus Nukman.

Menurut Gus Nukman, mereka yang selalu mengatakan sedang membela Islam ini sebenarnya sedang menjalankan operasi membelah dan memecahbelah umat Islam. Maka umat Islam yang tadinya hidup rukun, kini mulai bersitegang.

"Kelompok wahabi ini telah memutarbalikkan fakta yang sebenarnya, dimana Pilgub DKI ini yang sebenarnya adalah pesta demokrasi tapi kelompok wahabi menghubung-hubungkan dengan agama Islam hanya karena ingin memenangkan calonnya menjadi gubernur DKI," ungkao Gus Nukman.

Gus Nukman mengingatkan bahwa kelompok ini jelas membahayakan NKRI yang telah diperjuangkan oleh darah para ulama dan syuhada. Dan pendiri NU, KH Hasyim Asyari, mengatakan bahwa mencintai tanah air itu bagian dari iman.

"Maka kita sebaga orang Indonesia yang beragama Islam wajib mencintai negara dengan cara menjaga NKRI dari rong-rongan kaum wahabi yang ingin merusak Indonesia," demikian Gus Nukman.

Acara ngaji kebangsaan di Kepualaun Seribu ini dilaksanakan oleh PP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi), yang merupakan organisasi sayap PDI Perjuangan, di bawah koordinasi Imam Yudi Taryudi. [ysa]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Kejagung Periksa PNS Pemprov Banten terkait Korupsi MBG

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:17

Ahli dari Polri Untungkan Febri Adriansyah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:03

Kinerja BUMD DKI Dituntut Lebih Terukur

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:53

Bayar Rp650 Juta tapi Gagal Lolos Kedokteran Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:41

KPK Bongkar Mahar Rp1,12 Miliar di Jalur Mandiri Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:29

Kiai Marsudi Dinilai Mampu Membangun Kemajuan NU Tanpa Kehilangan Jati Diri

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:17

Rektor Unsoed Diduga Terima Gratifikasi Rp680 Juta Lewat Mulyono

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:46

Ahli Praperadilan Febrie Sebut TPPU Perlu Tindak Pidana Asal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:29

Sjafrie Terima Menhan China: Perkuat Kerja Sama Militer

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:16

Mantan Dirdik Jampidsus Jasman Panjaitan Beberkan Kesaksian terkait Febrie

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:05

Selengkapnya