Berita

Net

Nusantara

Tidak Efektif, Dana BOS Sebaiknya Dihapus

KAMIS, 13 APRIL 2017 | 17:30 WIB | LAPORAN:

Komisi VIII DPR RI meminta program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dihapus atau diganti dengan program baru. Pasalnya, penyaluran dana BOS selama ini tidak efektif juga tidak tepat sasaran.

"Saya melihat ada sejumlah penerima dana BOS yang tidak tepat sasaran. Anaknya orang yang mampu tapi tetap dapat dana BOS, sedangkan yang benar-benar tidak mampu tidak mendapatkan bantuan. Namanya tidak adil," ujar anggota Komisi VIII Hasan Aminuddin kepada wartawan di Jakarta, Kamis (13/4).

Menurut Hasan, fakta tersebut pernah dijumpai di sejumlah daerah. Dirinya mendapati adanya anak seorang kepala desa menerima bantuan BOS. Kemudian ada juga anak seorang guru yang juga menikmati BOS.


"Makanya itu tidak tepat sasaran. Ya sudah perlu diganti saja dengan program baru yang sekiranya tepat sasaran dan mengena ke masyarakat," jelasnya.

Dia mengusulkan, lebih baik pemerintah memberikan bantuan kepada anak yatim piatu. Ketimbang mengucurkan dana BOS yang banyak tidak tepat sasaran.

"Kalau ke anak yatim piatu kan sudah jelas arah dan penerimanya ke mana. Lebih baik menyekolahkan anak yatim piatu sampai pendidikan setinggi-tingginya," beber Hasan.

Usulan penghapusan program BOS sebenarnya sudah lama disampaikan ke DPR dan MPR. Namun sejauh ini belum ada respon yang jelas. Dirinya berharap usulan tersebut dapat diterima dan direalisasikan. Namun, jika dipertahankan, Hasan meminta pemerintah untuk mengkaji ulang mekanisme pemberian bantuan.

"Minimal ada pendataan ulang siapa saja yang menerima bantuan dana BOS ini. Karena saya merasa kurang pas kalau dana BOS ini tetap dikucurkan," pungkas politisi Partai Nasdem yang pernah menjabat bupati Probolinggo itu. [wah]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya