Berita

Surhardi Alius/Net

Pertahanan

Kepala BNPT Ajak Anak Muda Pro Aktif Kontra Radikalisasi Di Dunia Maya

KAMIS, 13 APRIL 2017 | 16:18 WIB | LAPORAN:

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol. Suhardi Alius menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi bangsa Indonesia untuk sembunyi dari terorisme.

Karena itu, seluruh bangsa, terutama generasi muda harus berperang melawan terorisme, baik melalui dunia nyata maupun dunia maya.

Pernyataan itu disampaikan Komjen Suhardi Alius saat menutup Pelatihan Duta Damai Dunia Maya 2017 wilayah Jawa Barat di Bandung, Kamis (13/4).


"Melalui dunia maya tidak ada filter lagi, semua bisa ditelan begitu saja. Dan itu bisa terjadi di mana-mana dan di sekitar kita. Karena itu peran adik-adik yang hari ini resmi telah menjadi duta damai dunia maya BNPT untuk melawan mereka dengan menyebarkan konten-konten damai di dunia maya," ujar Komjen Suhardi Alius.

Dari pelatihan di Bandung ini, dihasilkan lima website damai yaitu www.aku.dutadamai.id, www.bhinneka.dutadamai.id, www.saung.dutadamai.id, www.cahaya.dutadamai.id, www.hanjuang.dutadamai.id. Kelima website itu akan bersinergi dengan website-website damai dari duta damai 2016. Juga dengan Pusat Media Damai (PMD) BNPT.

Komjen Suhardi Alius mengakui, tugas duta damai dunia maya tidaklah mudah. Tapi ia yakin para duta damai dunia maya yang notabene adalah anak muda, punya cara dan kiat sendiri untuk menghadapi penyebaran radikalisme dan terorisme di dunia maya.

"Saya atas nama pemerintah dan negara mohon bantuan kepada adik-adik untuk terlibat aktif dalam melakukan kontra radikalisasi di dunia maya. Kalau tahun lalu pelatihan digelar di empat kota, sekarang tujuh kota. Kedepan, para duta damai harus bisa menjalin jaringan yang terintegrasi untuk memperkuat kinerja duta damai dunia maya," pinta Suhardi.

Seperti diketahui, hasil survei di mengatakan 64 persen yang buka internet generasi muda. Padahal mereka sedang mencari jati diri, sangat labil. Menurut Suhardi, kalau mereka terpengaruh konten radikal tentunya akan sangat berbahaya karena bisa terkena virus radikalisme dan terorisme.

Suhardi melanjutkan, keberadaan konten radikal di dunia maya tidak terlepas dari tergerusnya wawasan kebangsaan. Kalau itu tidak ada imbangannya, maka ancaman konten radikal itu akan sangat luar biasa. Apalagi saat ini pelajaran-pelajaran kebangsaan di sekolah-sekolah banyak dilupakan. Contohnya sudah banyak anak muda yang tidak tahu pengetahuan umum kebangsaan, bagaimana dan siapa pahlawan bangsa, dan lain-lain.

"Tentu hal itu harus kita galakkan lagi, tapi tentunya metodenya harus disesuaikan dengan perkembangan sekarang. Jangan terkesan pelajaran itu seperti doktrin, tapi dibikin lebih fleksibel lagi," lanjut mantan Kabareskrim Polri ini.

Selain terus merekrut duta damai dunia maya, lanjut Suhardi, BNPT juga membuat lomba film pendek. Dan hasilnya sejauh ini sangat luar biasa.

"Saya pikir usia muda seperti adik-adik ini harus terus digalakkan untuk ikut terlibat memerangi terorisme. Kalau tidak Indonesia bahaya. Makanya saya mengajak mari kita bombardir dunia maya dengan konten damai. Mudah-mudahan kita bisa menyelamatkan bangsa ini dan menjadi NKRI dari ancaman terorisme," pungkas Komjen Suhardi Alius.

Sementara itu, Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT Mayjen TNI Abdul Rahman Kadir berharap, para duta damai dan hasil yang telah dicapai akan lebih baik dari kakak-kakaknya tahun lalu. Artinya, duta damai 2017 dituntut bisa lebih kreatif, produktif, dan jernih dalam menghadirkan konten-konten damai di dunia maya.

"Tahun lalu di empat kota besar yaitu Medan, Makassar, Jakarta, dan Yogyakarta. Hasilnya sangat baik, karena itu tahun ini direncanakan lagi dan di mulai dari Jabar. Dengan kegiatan ini kita berharap, generasi muda di berbagai wilayah mengambil  peran bersama BNPT untuk melakukan pencegahan agar masyaraat tidak terpapar radikalisme," terangnya.[wid]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya