Berita

Net

Nusantara

Pinjaman Bank Dunia Untuk Tingkatkan Kompetensi Pendamping Desa

RABU, 12 APRIL 2017 | 22:51 WIB | LAPORAN:

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi menyatakan bahwa sisa pinjaman Bank Dunia yang dialokasikan untuk pembangunan desa akan difokuskan untuk peningkatan kualitas dan kompetensi pendamping desa. Peningkatakan kompetensi dilakukan melalui pelatihan-pelatihan dan bimbingan teknis.

"Selama ini kita banyak difasilitasi oleh bank dunia. Bantuan bank dunia itu lebih banyak kita manfaatkan untuk pelatihan dan pendampingan," ujar Menteri Desa Eko Putro Sandjojo di Jakarta, Rabu (12/4).

Menurutnya, anggaran pinjaman Bank Dunia untuk pembangunan desa masih tersisa sekitar Rp 2 triliun. Program akan berakhir pada 2018 mendatang. Selama ini, dana pinjaman sebagian besar digunakan untuk pembiayaan pendamping desa, namun mulai tahun ini, pembiayaan pendamping desa akan diambil dari APBN.


"Tahun-tahun lalu pendamping desa dibiayai dari Bank Dunia, tahun ini pendamping desa dibiayai dari APBN. Tapi untuk tenaga teknis provinsi masih dari provinsi," jelas Eko.

Pelatihan-pelatihan yang akan dilakukan bersama Bank Dunia nantinya akan mendatangkan tenaga ahli dari luar negeri. Menurut Eko, tidak sedikit negara yang telah suskes dalam melakukan pengembangan wilayah pedesaan. Dengan demikian diharapkan terjadi tukar pengalaman dan program.

"Apa yang sedang kita lakukan ini sebenarnya tidak unik karena banyak negara yang telah melakukan, seperti Prukades (Program Unggulan Kawasan Pedesaan) dan dengan memasukkan dunia usaha ke desa. Sehingga perekonomian desa lebih kuat," tuturnya.

Sekjen Kemendes Anwar Sanusi menambahkan, sisa pinjaman Bank Dunia akan dimanfaatkan untuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

"Pendampingan-pendampingan akan kita alokasikan dari situ," katanya.

Diharapkan, melalui program pendampingan akan semakin mudah dalam menentukan dan mengelola potensi dan keunggulan masing-masing desa.

"Supaya bagaimana mereka dapat membantu masyarakat untuk menemukan keunggulan kawasan itu. Kemudian bagaimana melakukan pendampinan BUMDes, pengelolaan embung. Ini yang akan kita lakukan," jelas Anwar. [wah]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya