Pihak militer Filipina mengatakan bahwa kelompok militan Abu Sayyaf
telah beroperasi di sebuah pulau wisata yang memicu bentrokan hingga 10 nyawa melayang.
Kepala militer Filipina Jenderal Eduardo Ano seperti dimuat Channel News Asia (Selasa, 12/4) mengatakan enam pria bersenjata Abu Sayyaf tewas, antara sekelompok 11 yang tiba di Bohol dengan perahu dari basis mereka di selatan pulau Jolo.
Sedangkan dari sisi Filipina, ada tiga tentara dan seorang polisi yang tewas dalam pertempuran yang meletus di daerah pedesaan Bohol, salah satu dari daerah pariwisata Filipina.
Sedangkan dari sisi Filipina, ada tiga tentara dan seorang polisi yang tewas dalam pertempuran yang meletus di daerah pedesaan Bohol, salah satu dari daerah pariwisata Filipina.
Ia mengatakan bahwa lima pejuang yang tersisa melarikan diri setelah pengepungan semalam dekat sebuah desa terpencil. Para pejabat mengatakan helikopter tempur digunakan untuk mengebom para militan.
"Mereka dalam pelarian. Mereka telah meninggalkan barang-barang mereka," kata Ano.
Ano mengatakan pasukan keamanan telah membunuh pemimpin kunci Abu Sayyaf yang dikenal dengan nama samaran Abu Rahmi. Klaim tidak dapat secara independen dikonfirmasi.
Para pejabat lokal mengatakan pria bersenjata berlayar ke hulu awal pekan ini melalui pulau dan menimbulkan kekhawatiran bahwa militan akan menculik pengunjung asing yang tengah berlibur jelang Paskah.
[mel]