Berita

Bus tim Borussia Dortmund/BBC

Dunia

Pasca Ledakan, Fans AS Monaco Tawarkan Tempat Menginap

RABU, 12 APRIL 2017 | 13:44 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pertandingan perempat final Liga Champion antara tim sepakbola Borussia Dortmund melawan AS Monaco terpaksa ditunda setelah tiga ledakan terjadi (Selasa, 11/4).

Diketahui bahwa tiga ledakan terjadi pada sebuah bus yang membawa tim sepak bola Borussia Dortmund yang hendak bertanding.

Dalam sebuah konferensi pers, kepala polisi Dortmund memastikan bahwa hal itu adalah serangan yang ditargetkan pada tim.


Beruntung, tidak ada korban tewas. Namun salah seorang pemain, yakni Marc Bartra harus menjalani operasi setelah mengalami patah tulang di pergelangan tangannya.

Jaksa penuntut mengatakan, ada sebuah surat yang ditemukan di dekat tempat kejadian. Surat itu masih diperiksa dalam penyelidikan.

Akibat ledakan, jendela bus pecah dan ban bus juga ikut meledak.

Akibat pendundaan pertandingan, sekitar 80 ribu fans yang sudah berkumpul di stadion Signal Iduna Park diberitahu untuk tinggal hingga polisi menyatakan keadaan aman.

Stadion ini kemudian dievakuasi dengan selamat dan polisi mengucapkan terima kasih kepada fans untuk kerjasama mereka.

Hal yang menarik, sebagai bentuk simpati, fans AS Monaco menyanyikan dukungan untuk Dortmund di dalam stadion. Bukan hanya itu, di media sosial, fans AS Monaco juga menawarkan bantuan kepada para fans Dortmund yang sudah jauh-jauh datang dan membutuhkan tempat menginap karena pertandingan ditunda. Mereka menyisipkan hastag #bedforawayfans.

CEO Dortmund Hans-Joachim Watzke mengatakan bahwa seluruh tim dalam keadaan shock.

"Saya berharap tim akan berada dalam posisi untuk dapat bersaing besok di lapangan," jelasnya.

Pertandingan yang sedianya dilakukan kemarin, akan gelar pada sore ini (Rabu, 12/4) pukul 18:45 waktu setempat.

Presiden UEFA Aleksander Ceferin mengatakan bahwa dia sangat terganggu oleh ledakan.

"Keputusan diambil untuk menunda pertandingan Liga Champions antara Borussia Dortmund dan AS Monaco adalah yang benar karena kita harus selalu memprioritaskan keselamatan dan keamanan semua fans, ofisial tim dan pemain," katanya seperti dimuat BBC. [mel]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya