Berita

Dunia

Shell Akui Pernah Berurusan Dengan Pencuci Uang

SELASA, 11 APRIL 2017 | 15:59 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pihak perusahaan minyak Shell untuk pertama kalinya mengakui pernah menangani pihak yang diduga melakukan pencucian uang ketika bernegosiasi untuk mendapatkan akses ke ladang minyak besar di Nigeria.

Pengakuan itu dibuat setelah muncul email yang menunjukkan bahwa pihak Shell pernah bernegosiasi dengan Dan Etete yang kemudian dijerat dengan kasus pencucian uang.

Shell dan perusahaan minyak Italia ENI diketahui pernah membayar 1,3 miliar dolar AS kepada pemerintah Nigeria untuk bisa mendapatkan akses ke lapangan.
 

 
Shell dan ENI menyetujui kesepakatan dengan pemerintah Nigeria untuk hak mengeksploitasi OPL 245, blok minyak utama di lepas pantai Delta Nigeria.

Pemerintah meneruskan 1,1 miliar dolar AS untuk sebuah perusahaan bernama Malabu, yang dikendalikan oleh Etete.

Menurut jaksa Italia, dokumen yang diajukan oleh jaksa Italia mengklaim bahwa 466 juta dolar AS dari jumlah itu kemudian dicuci melalui biro perubahan dan diteruskan ke presiden, Goodluck Jonathan, dan anggota pemerintahannya.

Di masa lalu, ketika ditanya, pihak Shell mengklaim hanya membyarkan uang untuk pemerintah Nigeria.

Namun awal pekan ini, juru bicara Shell mengatakan bahwa Shell telah terlibat dengan Malabu dan Etete sebelum menandatangani kesepakatan itu.

"Selama beberapa tahun, Shell membuat upaya untuk sepenuhnya membangun dan memahami struktur kepemilikan Malabu, termasuk peran yang tepat dari Etete di Malabu," kata Jubir tersebut.

"Seiring berjalannya waktu, itu menjadi jelas bagi kita bahwa Etete terlibat dalam Malabu dan bahwa satu-satunya cara untuk menyelesaikan kebuntuan melalui penyelesaian yang dinegosiasikan adalah untuk terlibat dengan Etete dan Malabu, apakah kita suka atau tidak. Hal ini sejalan dengan posisi Pemerintah Federal Nigeria (FGN)," tambahnya seperti dimuat BBC. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya