Berita

Nusantara

Keluarga Novel Baswedan Kecewa Dan Marah Tapi Tidak Gentar

SELASA, 11 APRIL 2017 | 13:12 WIB | LAPORAN:

. Serangan fisik dengan air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan bukan teror yang pertama kali terjadi.

Terhitung, penyidik senior KPK yang kerap menggarap kasus korupsi kakap itu sudah lima kali mengalami serangan.

Hal itu disampaikan oleh sepupu Novel yang juga Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, usai menjeguk di  RS Mitra Keluarga, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (11/4).


Pertama, serangan diperoleh Novel saat motornya ditabrak dengan sengaja oleh orang tak dikenal. Kedua, saat ia diproses ketika di Lantas. Ketiga, ditersangkakan atau dikriminalisasi. Keempat, mobilnya ditabrak orang tak dikenal. Kelima, kejadian hari ini, yakni disiram dengan air keras.

"Jadi kita berharap aparat keamanan untuk menuntaskan perkara ini karena ini penting sekali. Polisi, penyidik KPK, mereka yang mendapat ancaman-ancaman dalam menegakkan hukum. Mereka harus dilindungi, dan aparat keamanan, pemerintah all out mencari tahu siapa, proses hukum, dan membuat kita semua percaya diri," kata Anies.

"Novel ini sudah kelima kali, bukan pertama kali. Kita-kita semua percaya, namanya menegakkan kebenaran melawan korupsi itu akan berhadapan dengan tantangan," imbuhnya.

Keluarga besarnya, lanjut Anies, sudah tidak terlalu terkejut dan aneh lagi melihat serangan kepada Novel. Keluarga Baswesdan menurutnya mendukung penuh langkah Novel yang bertarung dengan koruptor. Mereka bertekad untuk tidak kendur meneruskan tradisi orangtua mereka yang bertarung untuk Republik Indonesia.

"Sekarang kita bertarung mempertahankan Republik ini biar tetap bersih. Dia (Novel) berada di garis depan berhadapan dengan para koruptor. Kita semua sekeluarga mendukung, tahu bahwa Novel ini tangguh, kuat dan akan melewati ini semua," ujarnya.

Anies selama berada di dalam RS, mengatakan sempat berkumpul dengan keluarga Novel, seperti ibu dan istri Novel. Anies menguatkan kedua orang terdekat Novel tersebut.

"Ibunya, istri, kakak adik, semua hadir disitu. Semua dalam posisi siap menghadapi ini semua. Ini bukan barang baru. Tak gentar sedikit pun. Gak ada rasa sedih. Yang ada justru ini berarti merasa melakukan yang benar. Di Republik ini kita perlu banyak orang-orang yang berani seperti ini (Novel)," tegas Anies.

Ia juga menyampaikan, tidak ada satu anggota keluarganya pun yang takut meskipun menerima teror akibat perjuangan Novel.

"Kita kecewa, marah, atas peristiwa ini, tapi tidak gentar. Kita berharap Novel segera sembuh, meneruskan tugasnya, dan mari kita teruskan, perang melawan korupsi ini," tandas Anies. [rus]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya