Berita

Politik

Maruarar Sirait Buka Pameran Tunggal Triyadi Guntur Wiratmo

SELASA, 11 APRIL 2017 | 11:33 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Sejarah itu sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan sejarah, generasi penerus bangsa bisa mengetahui peran para pejuang dalam merebut kemerdekaan. Dan dengan sejarah pula, generasi bangsa memperbaiki serta memiliki visi ke depan untuk bangsa dan negara.

Demikian disampaikan politisi PDI Perjuangan yang juga Ketua Umum DPP Taruna Merah Putih (TMP) Maruarar Sirat saat membuka pameran tunggal karya Triyadi Guntur Wiratmo di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, Senin malam  (10/4).  Pameran tunggal ini "Between The Line."

 Maruarar mengapresi hasil karya lukis Triyadi Guntur Wiratmo. Dia pun berharap karya-karyanya mampu menyampaikan sejarah yang benar melalui lukisan.


"Karya lukisan ini berdasarkan riset dan data. Semoga lukisan ini dapat menyampaikan sejarah dengan benar," harapnya.

Ara pun mengajak semua pihak, termasuk pemerintah untuk mendukung dan mensupport perupa-perupa muda yang memiliki potensi. Sehingga karya-karya anak bangsa ini bisa terus mengalir dan akan memperkaya khasanah seni di Indonesia.

"Mari kita bergotong royong. Terimakasih kepada Galeri Nasional Indonesia  yang telah memberikan tempat kepada seniman muda kita ini,” demikian Ara.     

Setelah membuka pameran Maruarar diajak untuk melihat-lihat karya Triyadi Guntur Wiratmo. Di setiap lukisan yang dia lihat, Ara membuka ruang diskusi. Misalnya tentang lukisan Kartini.

Triyadi menjelakan bahwa lukisan Kartini tersebut menggambarkan tentang  Kesadaran adalah matahari. Kemerdekaan bangsa ini dapat diraih karena adanya kesadaran untuk merdeka.

Selain itu, Melihat lukisan Bung Karno yang melintas memandang perusahaan-perusahaan multi nasional. Baginya sosok Bung Karno adalah sosok yang melawan keras kapitalisme dan melawan adanya pengerukan sumber daya alam Idnonesia, yang dia gambarkan dalam bentuk freeport di Papua.
        
Perlu diketahui pameran tunggal ini merupakan kerjasama antara Galeri Nasional Indonesia dan Rachel Gallery dengan kurator Rizki A Zaelani. Pameran tunggal ini akan digelar pada tanggal 11-23 April 2017  di Galeri Nasional Indonesia di jalan Merdeka Timur no. 14 Jakarta Pusat. [ian]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Kejagung Periksa PNS Pemprov Banten terkait Korupsi MBG

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:17

Ahli dari Polri Untungkan Febri Adriansyah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:03

Kinerja BUMD DKI Dituntut Lebih Terukur

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:53

Bayar Rp650 Juta tapi Gagal Lolos Kedokteran Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:41

KPK Bongkar Mahar Rp1,12 Miliar di Jalur Mandiri Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:29

Kiai Marsudi Dinilai Mampu Membangun Kemajuan NU Tanpa Kehilangan Jati Diri

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:17

Rektor Unsoed Diduga Terima Gratifikasi Rp680 Juta Lewat Mulyono

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:46

Ahli Praperadilan Febrie Sebut TPPU Perlu Tindak Pidana Asal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:29

Sjafrie Terima Menhan China: Perkuat Kerja Sama Militer

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:16

Mantan Dirdik Jampidsus Jasman Panjaitan Beberkan Kesaksian terkait Febrie

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:05

Selengkapnya