Berita

Net

Nusantara

Gandeng FAO, KKP Kembangkan Metode Pakan Mandiri

SENIN, 10 APRIL 2017 | 22:47 WIB | LAPORAN:

Kementerian Kelautan dan Perikanan menggandeng Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (Food and Agriculture Organization/FAO) untuk mengembangkan pakan mandiri di sektor perikanan.

Menurut Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto, dalam kerja sama, FAO sepakat mengalokasikan bantuan untuk proyek pakan mandiri senilai Rp 3,25 miliar.

Dia mnejelaskan, terdapat empat fokus dalam kerja sama. Pertama penyediaan informasi dasar terkait ketersediaan suplai bahan baku, kebutuhan nutrisi, jenis, dan formulasi pakan khususnya untuk ikan patin di Indonesia. Kedua, pemanfaatan varian bahan baku pakan ikan lokal yang potensial dimanfaatkan.


Ketiga, perbaikan formulasi dan kualitas pakan ikan yang diproduksi kelompok Gerpari. Dan keempat adalah optimalisasi strategi farm feed management.

Untuk tahap awal kerja sama, akan dilakukan percontohan pembuatan pakan mandiri dan percontohan penggunaan pakan mandiri. Disertai dengan cara pemberian pakan yang baik

"Percontohan ini akan dilakukan dengan cara melibatkan 30-40 orang pembudidaya dengan mekanisme cost sharing. Dan diharapkan akan menjadi model rujukan bagi pengelolaan pakan mandiri di berbagai daerah di Indonesia," jelas Slamet dalam keterangannya, Senin (10/4)

Kepala Regional FAO Asia Pasifik Weimin Miao menambahkan baha pihaknya mengapresiasi KKP karena memperhatikan isu penting dan strategis dalam mata rantai produksi budidaya, yaitu terkait pakan. Menurut Miao, bersama KKP, pihaknya akan memonitor implementasi pengembangan pakan mandiri di Indonesia.

"FAO mendukung penuh usaha pemerintah Indonesia dalam mencapai kemandirian pakan, sehingga keberhasilan pengembangan pakan mandiri di Indonesia dapat menjadi rujukan tersendiri di level Asia Pasifik. Terlebih, saat ini Indonesa menjadi negara pertama di dunia yang memberikan perhatian terhadap kemandirian pakan ikan yang dilaksanakan masyarakat," jelasnya. [wah]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya